Gempa Manggarai Berdampak 56.057 Jiwa, Kemensos Dirikan 34 Tenda dan Buka Dapur Umum

Kementerian Sosial (Kemensos) terus memperkuat penanganan warga terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama warga yang masih bertahan di sejumlah titik pengungsian dan wilayah yang sulit dijangkau.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan Kemensos terus melakukan penyaluran bantuan sekaligus memperluas jangkauan layanan di lapangan.

“Kita terus bergerak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi. Dukungan bantuan terus dilakukan kepada mereka yang membutuhkan, terutama warga yang masih berada di pengungsian dan wilayah yang sulit dijangkau,” kata Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Kamis (20/8/2026).

Salah satu bentuk penanganan dilakukan melalui layanan dapur umum. Pada 17-19 Agustus 2026, Kemensos telah memproduksi dan mendistribusikan 15.438 porsi makanan untuk warga terdampak gempa.

Dapur umum di Posko Barang Kolong melayani sebanyak 3.048 porsi makanan per hari untuk kebutuhan dua kali makan. Sementara dapur umum di Posko Golo Conggo menyiapkan 2.098 porsi per hari.

Selain bantuan permakanan, Kemensos telah menyalurkan 1.000 paket sembako dan lima ton beras reguler kepada masyarakat terdampak.

Kemensos juga memberikan santunan kepada ahli waris dua keluarga korban meninggal dunia.

Untuk memenuhi kebutuhan tempat perlindungan warga, Kemensos memasang 34 unit tenda di sejumlah lokasi terdampak.

Tenda tersebut ditempatkan di RSUD Ruteng, Posko Barang Kolong, Posko Golo Conggo, Bulog Ruteng, Puskesmas Nanu, Puskesmas Todo, Puskesmas Langke Majok, Puskesmas Wae Mbeling, Puskesmas Lao, Panti Nirmala, dan Dinas Sosial PMD.

Selain pemasangan tenda, petugas Kemensos juga menyalurkan sekaligus memasang tenda gulung bagi warga terdampak melalui penyisiran di sepanjang jalur Ruteng-Reok.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjangkau warga yang membutuhkan tempat perlindungan, termasuk mereka yang berada di sekitar jalur terdampak.

Kemensos juga menyiapkan perluasan layanan dengan membuka satu titik dapur umum tambahan di Desa Ranaka, Kecamatan Wai Ri’i.

Dapur umum tersebut direncanakan melayani sekitar 705 pengungsi. Penambahan titik layanan dilakukan untuk memperluas jangkauan pemenuhan kebutuhan makanan bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian.

“Kami juga akan terus melakukan asesmen dan penjangkauan lanjutan di wilayah terdampak yang belum tersentuh bantuan,” ujar Gus Ipul.

Kemensos akan terus melakukan pendataan di wilayah yang belum mendapatkan bantuan. Asesmen tersebut menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan dan bentuk intervensi berikutnya.

Gempa Berdampak 56.057 Jiwa

Berdasarkan laporan hingga Rabu (19/8), gempa bumi di Kabupaten Manggarai berdampak terhadap 14.945 keluarga atau 56.057 jiwa.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 26 orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara 32 orang mengalami luka berat dan 104 orang mengalami luka ringan.

Kerusakan juga terjadi pada ribuan rumah warga. Data sementara mencatat 13.036 rumah terdampak, terdiri atas 5.265 rumah rusak berat, 3.774 rumah rusak sedang, dan 3.997 rumah rusak ringan.

Sejumlah warga masih bertahan di titik-titik pengungsian. Di Barang Kolong tercatat 1.524 jiwa mengungsi, sementara Golo Conggo dan Golo Sita menampung 1.049 jiwa.

Pengungsian juga berada di SD Inpres Robo, Kecamatan Wai Ri’i, dengan 1.053 jiwa, serta Gereja Paroki Thomas Morus, Desa Robek, yang menampung 1.672 jiwa.

Selain berada di lokasi pengungsian terpusat, sebagian warga memilih mengungsi secara mandiri di sekitar rumah masing-masing.

Kemensos memastikan penanganan terus dilakukan berdasarkan perkembangan kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Penjangkauan juga akan diperluas untuk memastikan warga terdampak, termasuk mereka yang berada di wilayah sulit dijangkau, memperoleh bantuan selama masa tanggap darurat.