Ketua Komisi III DPR Habiburokhman menyoroti video perekaman SPG di kegiatan otomotif GIIAS oleh influencer Emanuel Bryan yang tanpa izin hanya demi konten media sosial. Ia mendorong ada upaya hukum yang mesti diambil, untuk membuat pelaku jera.
“Saya mendorong kepada korban untuk menggunakan haknya membuat laporan resmi ke polres terdekat, yaitu Polres Tangerang Selatan selaku pihak yang berwajib, agar hukum bisa benar-benar ditegakkan,” tegas Habiburokhman di Jakarta, Senin (3/8/2026).
Ia menyebut bahwa tindakan merekam seseorang secara diam-diam atau candid dan tanpa izin, apalagi dijadikan materi konten dengan judul “cara mendekati cewek”, untuk kepentingan komersial atau popularitas di media sosial adalah perbuatan yang tidak beretika dan melanggar hukum.
“Sebagai Ketua Komisi III DPR RI, saya menegaskan bahwa ruang publik, termasuk pameran otomotif seperti GIIAS, harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siapa saja, termasuk para pekerja perempuan yang sedang menjalankan tugasnya secara profesional,” ujarnya.
Berdasarkan hukum positif di Indonesia, kata dia, maka korban dapat menuntut pelaku perekaman dalam hal ini Bryan dan penyebarluasan rekaman tanpa izin. Dasarnya antara lain Pasal 12 dan Pasal 115 UU Hak Cipta yang mengatur larangan memperbanyak atau mengumumkan potret wajah seseorang tanpa izin untuk kepentingan komersial, serta Pasal 12 UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) yang mengatur tentang kekerasan seksual berbasis elektronik, apabila perekaman tersebut memuat bentuk pelecehan atau eksploitasi tampilan tubuh secara elektronik tanpa persetujuan.
Selain itu, lanjut Habiburokhman, tentu korban juga bisa menggunakan UU ITE yang mengatur mengenai pelanggaran hak pribadi atau privacy right dan menyerang kehormatan di ruang digital.
“Kami Komisi III DPR RI akan mengawal kasus ini agar berjalan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tandasnya.
Sebelumnya, nama influencer Emanuel Bryan atau yang akrab disapa Ebem tengah menjadi sorotan setelah kontennya di ajang GIIAS 2026 menuai kontroversi.
Ia diduga merekam seorang usher atau SPG tanpa persetujuan sebelum video tersebut diunggah ke media sosial dengan narasi “cara deketin cewek”.
Konten itu kemudian ramai diperbincangkan setelah akun Threads @leonnyluhendo mengaku menjadi perempuan yang muncul dalam video. Ia menyebut tidak pernah mengetahui bahwa interaksinya dengan Bryan direkam dan dijadikan konten.
Dalam unggahannya, ia juga menegaskan dirinya saat itu hanya menjalankan tugas sebagai usher dengan menjawab pertanyaan seputar produk mobil yang dijaganya.
Ia mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan mengenai konsep konten maupun penggunaan kamera yang disebut berada di kacamata Bryan.









