Diplomasi Imlek: China Obral Bebas Visa 30 Hari untuk Inggris dan Kanada

Ikhsan Medium.jpeg

Senin, 16 Februari 2026 – 17:29 WIB

Pemerintah China resmi memberlakukan kebijakan bebas visa 30 hari bagi warga Inggris dan Kanada mulai 17 Februari 2026. (Foto: Associated Press/Andy Wong)

Pemerintah China resmi memberlakukan kebijakan bebas visa 30 hari bagi warga Inggris dan Kanada mulai 17 Februari 2026. (Foto: Associated Press/Andy Wong)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Pemerintah China kian agresif membuka pintunya bagi dunia internasional. Bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Imlek, Beijing resmi memberlakukan kebijakan bebas visa kunjungan selama 30 hari bagi warga negara Inggris dan Kanada mulai 17 Februari 2026.

Langkah ini bukan sekadar kado perayaan tahun baru, melainkan tindak lanjut konkret dari manuver diplomasi ekonomi yang dijalin Presiden Xi Jinping dengan para pemimpin negara Barat dalam beberapa bulan terakhir.

Karpet Merah untuk Pebisnis dan Turis

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Luar Negeri China, kebijakan ini menyasar pemegang paspor biasa. Fasilitas tanpa visa ini mencakup berbagai keperluan, mulai dari bisnis, pariwisata, kunjungan keluarga, hingga transit, dengan durasi tinggal maksimal 30 hari.

“Kebijakan ini bertujuan mempermudah mobilitas warga dan mempererat hubungan antarnegara,” tulis keterangan resmi Kemenlu China, seperti dikutip Senin (16/2/2026). Kebijakan strategis ini direncanakan berlaku hingga 31 Desember 2026.

Barter Ekonomi di Balik Bebas Visa

Kebijakan terhadap Inggris merupakan buah manis dari kunjungan Perdana Menteri Keir Starmer ke Beijing akhir Januari lalu. Tak hanya urusan imigrasi, China juga sepakat memangkas tarif impor wiski Inggris dari 10 persen menjadi 5 persen.

Sementara bagi Kanada, kebijakan ini muncul setelah kunjungan PM Mark Carney pada medio Januari. Di sini, aroma perdagangan sangat kental:

  • Kanada: Memberikan kuota masuk bagi 49.000 kendaraan listrik (EV) China per tahun dengan tarif rendah 6,1 persen.
  • China: Sebagai kompensasi, Beijing memangkas tarif ekspor produk pertanian Kanada (terutama minyak kanola) dari semula 85 persen menjadi hanya 15 persen.

Ekspansi Pengaruh Beijing

Dengan tambahan Inggris dan Kanada, daftar negara yang mendapat ‘privilese’ dari Beijing terus membengkak. Hingga saat ini, China telah menjalin perjanjian bebas visa dengan 29 negara secara timbal balik dan memberikan akses unilateral kepada 48 negara lainnya.

Di kawasan Timur Tengah, enam negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) seperti Arab Saudi dan UEA sudah masuk dalam daftar. Sementara di Eropa dan Amerika Latin, nama-nama besar seperti Jerman, Prancis, Brasil, hingga Argentina juga telah menikmati fasilitas serupa.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia? Warga Negara Indonesia (WNI) sejatinya telah menikmati kebijakan bebas visa transit selama 10 hari yang berlaku sejak 12 Juni 2025. Namun, jika dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura yang sudah memiliki perjanjian timbal balik (reciprocal) penuh, posisi Indonesia di mata imigrasi China tampaknya masih perlu didorong melalui meja negosiasi yang lebih intens.