Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) didampingi Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (kanan) usai menghadiri pertemuan pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Islam dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).(Foto: inilah.com/Vonita Betalia)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) merespons terkait besaran biaya keanggotaan Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Menurutnya, iuran senilai USD1 miliar atau setara dengan Rp16,7 triliun ini menjadi kebutuhan setiap anggota lantaran untuk mewujudkan perdamaian Gaza, Palestina, membutuhkan biaya yang cukup banyak.
Hal ini diungkapkan Gus Yahya setelah menghadiri pertemuan pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Islam dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).
“Iuran itu memang dibutuhkan karena yang akan dilakukan adalah satu agenda pembiayaan besar-besaran untuk Gaza itu ya. Sehingga memang dibutuhkan semacam mobilisasi pembiayaan untuk itu, sehingga para partisipan yang ikut di dalam dewan itu juga diminta untuk beriuran,” kata Gus Yahya kepada wartawan.
Selain itu, Gus Yahya mengungkap dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan Palestina. Di mana, Palestina, khususnya Gaza, porak-poranda setelah mengalami serangan dari Israel selama bertahun-tahun.
“Itu sebagai iuran untuk, untuk Gaza, untuk pembangunan Palestina,” ucapnya.
Selain itu, Gus Yahya mengungkap Prabowo memberikan penjelasan secara mendetail mengenai alasan Indonesia bergabung dengan BoP. Melalui langkah tersebut, para pimpinan ormas Islam yang hadir pun memberikan dukungan kepada Prabowo untuk memperjuangkan kemerdekaan Palestina melalui organisasi bentukan Trump ini.
“Dan tadi Presiden menjelaskan secara ekstensif sekali hal-hal yang perlu dipertimbangkan itu, dan saya kira semua yang hadir memahami dan bisa menerima dan bahkan mempercayakan perjuangan untuk menolong Palestina melalui upaya-upaya strategis ini kepada Presiden,” paparnya.










