BPS Catat Kenaikan Inflasi 0,17 Persen: Papua Tertinggi, Aceh Deflasi

Clara Medium.jpeg

Senin, 1 Desember 2025 – 14:28 WIB

Ilustrasi inflasi (Foto: brokerdaily)

Ilustrasi inflasi (Foto: brokerdaily)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indonesia pada November 2025 sebesar 0,17 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Data ini menunjukkan tekanan harga tetap terkendali menjelang akhir tahun.

“Pada November 2025 terjadi inflasi sebesar 0,17 persen secara bulanan,” ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, di Kantor Pusat BPS, Senin (1/12/2025).

Secara tahunan, inflasi (yoy) tercatat 2,72 persen, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya dan dibanding November 2024. Sementara inflasi tahun kalender per November 2025 mencapai 2,27 persen.

Pudji menjelaskan, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan kenaikan 1,21 persen dan andil inflasi sebesar 0,09 persen. Sedangkan komponen harga yang diatur pemerintah mengalami inflasi 0,24 persen dengan andil 0,05 persen, di antaranya tarif angkutan udara.

Sementara itu, komponen harga bergejolak hanya naik 0,02 persen dengan andil deflasi 0,01 persen, ditopang oleh harga bawang merah, wortel, jeruk, sawi hijau, timun, dan kacang panjang.

“Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,17 persen dengan andil inflasi 0,11 persen. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi komponen inti adalah emas perhiasan,” tutur Pudji.

Dari sisi wilayah, sebanyak 28 provinsi mengalami inflasi, sementara 10 provinsi mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Papua sebesar 1,69 persen, sedangkan deflasi terdalam tercatat di Aceh sebesar 0,67 persen.

Data ini menunjukkan meski inflasi nasional tetap terkendali, dinamika harga di tingkat provinsi bervariasi, dipengaruhi faktor lokal dan komoditas utama masing-masing daerah.

Topik
Komentar