BI Pastikan Operasional Normal, Gubernur Definitif Tunggu Proses Presiden-DPR

Clara Medium.jpeg

Senin, 27 Juli 2026 – 10:53 WIB

Pejabat Sementara Gubernur BI Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan operasional bank sentral tetap berjalan normal secara kolektif-kolegial sembari menunggu nama definitif dari Presiden dan DPR. (Foto: Dok. Dept. Komunikasi BI)

Pejabat Sementara Gubernur BI Gubernur BI Destry Damayanti menegaskan operasional bank sentral tetap berjalan normal secara kolektif-kolegial sembari menunggu nama definitif dari Presiden dan DPR. (Foto: Dok. Dept. Komunikasi BI)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Bank Indonesia (BI) bergerak cepat menenangkan kecemasan publik dan pelaku pasar usai mundurnya Perry Warjiyo dari kursi Gubernur BI. Otoritas moneter mematok jaminan bahwa seluruh roda tugas dan fungsi bank sentral tetap berputar normal tanpa gangguan.

Pejabat Sementara Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan bahwa proses transisi menuju pengangkatan gubernur definitif sepenuhnya akan patuh pada koridor hukum yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

“Maka kami mengikuti aturan dan undang-undang yang berlaku. Pasal 40 berisi persyaratan sebagai anggota Dewan Gubernur, sedangkan Pasal 42 mengatur mekanisme bahwa calon anggota Dewan Gubernur diusulkan oleh Presiden dengan persetujuan DPR,” jelas Destry dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026).

Kepemimpinan Kolektif-Kolegial Jadi Benteng Stabilitas

Destry memastikan kejutan di level pimpinan tertinggi tidak bakal melumpuhkan fungsi vital bank sentral. BI, kata dia, bukan lembaga yang bergantung pada satu individu semata, melainkan memiliki tata kelola kelembagaan yang matang.

Pengambilan keputusan di bank sentral berjalan lewat mekanisme berjenjang yang tertata rapi, mulai dari tingkat komite hingga penentuan akhir di Rapat Dewan Gubernur (RDG).

“Kami akan terus menjalankan tugas dan mandat yang diberikan kepada kami seperti biasa, sesuai best practice internasional dan yang selama ini kami lakukan. Kami sudah mempunyai mekanisme decision making process yang sangat berjenjang, dan itu akan tetap menjadi pegangan kami dalam membuat keputusan,” tegasnya.

Prinsip dasar kepemimpinan BI yang bersifat kolektif-kolegial menjadi fondasi utama penjaga stabilitas selama masa transisi ini.

“Yang terpenting adalah di Bank Indonesia kepemimpinan ini bersifat kolektif-kolegial. Tentunya kami berlima akan terus melanjutkan tugas dan amanah yang harus dijalankan oleh Bank Indonesia secara kolektif-kolegial,” ujar Destry.

Menjaga Kepercayaan Pasar di Masa Transisi

Sinyal tegas yang dipancarkan dari Thamrin ini diharapkan mampu meredam volatilitas liar di pasar keuangan. Dengan tetap bergeraknya mesin kebijakan moneter di bawah lima anggota Dewan Gubernur yang ada, BI bertekad menjaga pengawalan terhadap nilai tukar rupiah, pengendalian inflasi, serta stabilitas sistem keuangan nasional.

Kini, bola panas pengisian nakhoda definitif BI berada di tangan Istana dan Senayan. Pelaku pasar dan publik tinggal menantikan sosok yang bakal disodorkan Presiden Prabowo Subianto untuk mengantongi restu dari DPR RI.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang