Mendikdasmen Abdul Mu’ti memberikan keterangan kerusakan sekolah di Sumatra pascabencana saat ditemui di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (07/12/2025). (Foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak bencana di Sumatera Utara ditargetkan kembali berjalan pada Senin (5/1/2026) besok. Pemerintah memastikan mayoritas sekolah sudah siap beroperasi meski sebagian masih dalam tahap pemulihan.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyebut, dari total 1.215 sekolah terdampak banjir dan tanah longsor, sebanyak 1.157 sekolah atau 95,23 persen siap melaksanakan pembelajaran tatap muka.
“Terkait dengan musibah yang terjadi di Sumatera Utara, jumlah sekolah terdampak ada 1.215. Yang siap beroperasi untuk kegiatan belajar mengajar pada 5 Januari nanti 1.157 atau 95,23 persen,” ujar Abdul Mu’ti dalam sambutannya pada Peresmian Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kota Medan, Minggu (4/1/2026).
Ia merinci, masih ada sekolah yang menjalani pembelajaran darurat dan proses pembersihan pascabencana.
“Yang belajar menggunakan tenda ada 19 sekolah atau 1,6 persen. Dan masih dalam proses pembersihan 29 sekolah atau 2,4 persen. Insya Allah pada 5 (Januari) besok sekolah-sekolah tersebut sudah dapat dipergunakan sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Untuk satuan pendidikan yang belum sepenuhnya pulih, Kemendikdasmen menyiapkan skema pembelajaran dan asesmen khusus. Kurikulum disesuaikan dengan kondisi lapangan agar proses belajar tetap berjalan tanpa membebani siswa.
Abdul Mu’ti menegaskan, pendekatan yang digunakan bersifat adaptif dan fleksibel, dengan fokus utama menjaga keberlanjutan pendidikan di tengah situasi darurat.
“Yang penting adalah semangat kita untuk bangkit, semangat kita untuk dapat belajar, dan bersemangat meraih masa depan,” paparnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam percepatan pemulihan pendidikan di Sumatera Utara, mulai dari jajaran Kemendikdasmen, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, para wali kota dan bupati, hingga kepala sekolah.
Dukungan lintas sektor tersebut dinilai penting untuk memastikan kebijakan revitalisasi satuan pendidikan berjalan efektif, sehingga hak belajar siswa di wilayah terdampak bencana tetap terjamin.











