Bareskrim Ungkap Peran WN China di Balik Penipuan Email Perusahaan AS

Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri memburu warga negara (WN) China berinisial CW yang diduga menjadi otak penipuan lintas negara dengan modus Business E-mail Compromise (BEC).

CW diduga mengatur aksi manipulasi transaksi yang menjerat perusahaan asal Amerika Serikat (AS), IQ Power Tools, hingga mengalami kerugian 350.325 dolar AS atau sekitar Rp5,5 miliar.

Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Deddy Supriadi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk melacak keberadaan CW.

“Kami sudah komunikasi dengan pihak Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk melakukan penelusuran identitas dan lokasi di mana kediaman tersangka CW tersebut,” kata Deddy di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Selain CW, polisi telah menetapkan dua tersangka lain, yakni LPK, warga negara Indonesia, dan LJ, warga negara China.

Dirikan Perusahaan Fiktif untuk Tampung Dana

Deddy mengungkapkan, CW diduga memerintahkan LPK membuat akta pendirian PT Aksesoris Andalan Bersama dengan menggunakan identitas anak kandung LPK dan alamat fiktif.

CW juga diduga berkomunikasi dengan LJ untuk merekrut direktur dan komisaris perusahaan tersebut.

Perusahaan itu diduga sengaja dibentuk sebagai sarana untuk menampung dana hasil kejahatan.

Palsukan Email Perusahaan China

Sindikat tersebut kemudian menjalankan aksinya dengan membuat skrip berisi perangkat lunak berbahaya atau malware yang ditujukan ke email IQ Power Tools.

Setelah berhasil mendapatkan respons dari perusahaan AS tersebut, pelaku memperoleh informasi mengenai transaksi jual beli perangkat keras komputer antara IQ Power Tools sebagai pembeli dan Duro Machinery yang berbasis di China sebagai penjual.

Saat kedua perusahaan membahas pembayaran, CW diduga membuat alamat email yang menyerupai akun bisnis resmi Duro Machinery.

Melalui email tersebut, CW kemudian menghubungi IQ Power Tools dan memanipulasi informasi bahwa pembayaran harus dialihkan karena Duro Machinery sedang menjalani audit oleh salah satu komisi pengawasan.

Korban kemudian diarahkan mengirim uang ke anak perusahaan di Indonesia dengan alasan untuk mencegah dana hilang.

Padahal, perusahaan dan rekening yang menjadi tujuan pembayaran tersebut diduga telah disiapkan oleh sindikat.

“Panduan tersebut memunculkan langkah-langkah untuk melakukan transaksi pembayaran, termasuk dari rekening yang telah disiapkan yang tujuannya untuk menerima hasil pembayaran atas transaksi tersebut,” ujar Deddy.

Uang Rp5 Miliar Berhasil Diselamatkan

Akibat aksi tersebut, IQ Power Tools mengalami kerugian sebesar 350.325 dolar AS.

Setelah uang dikirim korban, CW diduga memerintahkan LPK dan LJ untuk mentransfer dana ke sejumlah rekening bank di China. Keduanya disebut mendapat bagian sebesar lima persen dari nilai transaksi.

CW kemudian berhasil mengirim sekitar 70.000 dolar AS ke sejumlah rekening di China.

Namun, upaya memindahkan sisa uang berhasil digagalkan setelah PPATK melakukan penelusuran transaksi.

Dittipidsiber Bareskrim Polri kemudian memblokir rekening yang masih menampung dana tersebut agar uang dapat dipulihkan dan dikembalikan kepada korban.

Polisi kini masih memburu CW dan berkoordinasi dengan FBI untuk mengungkap keberadaan serta jaringan sindikat penipuan lintas negara tersebut.