Apple tampaknya tak ingin lagi menempatkan model standar iPhone sebagai “adik kelas” dari segi spesifikasi inti. Bocoran terbaru menunjukkan iPhone 18 versi reguler akan menggendong RAM berkapasitas 12GB — angka yang selama ini hanya dimiliki saudara tuanya, iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max.
Informasi ini datang dari analis industri Dan Nystedt yang membagikan bocorannya melalui platform X, sebagaimana dilaporkan MacRumors, Senin (27/4). Jika rumor ini terealisasi, iPhone 18 standar akan menjadi iPhone model reguler pertama dalam sejarah yang dibekali memori sebesar itu.
Bukan Sekadar Spesifikasi, Tapi Persiapan Era AI
Lompatan kapasitas RAM ini bukan kebijakan sembarangan. Para pengamat menilai langkah Apple terkait erat dengan satu hal: Apple Intelligence, fitur kecerdasan buatan andalan perusahaan asal Cupertino tersebut.
Fitur AI yang dijalankan langsung di perangkat (on-device) — bukan di cloud — membutuhkan ruang memori yang jauh lebih lapang dibanding aplikasi konvensional. Tanpa memori yang memadai, model AI tidak bisa berjalan mulus, atau bahkan tidak bisa diaktifkan sama sekali. Inilah alasan mengapa peningkatan RAM ke 12GB dianggap krusial agar iPhone 18 tetap bertaring menjalankan seluruh fitur Apple Intelligence secara optimal.
Apple sendiri dijadwalkan memperkenalkan rangkaian fitur AI baru melalui pembaruan sistem operasi iOS 27 dalam ajang Worldwide Developers Conference (WWDC) pada 8 Juni mendatang.
Chip A20 Berbasis 2 Nanometer dari TSMC
Selain RAM, kabar besar lain datang dari sektor prosesor. Dan Nystedt turut menyinggung laporan sebelumnya yang menyebut Apple telah mengamankan lini produksi chip 2 nanometer milik TSMC untuk prosesor A20 — chip yang diperkirakan akan menjadi otak seri iPhone 18.
Teknologi proses fabrikasi 2 nanometer diklaim mampu menghadirkan peningkatan performa komputasi sekitar 15 persen dibandingkan generasi 3 nanometer yang digunakan saat ini, tanpa mengorbankan efisiensi daya. Kombinasi RAM lebih besar dan chip lebih efisien ini sepertinya bukan kebetulan — keduanya saling melengkapi untuk satu tujuan: menjalankan beban kerja AI yang makin berat.
Jadwal Peluncuran: Pecah Jadi Dua Gelombang
Yang juga menarik perhatian adalah pergeseran kalender peluncuran. Apple kabarnya tidak akan merilis seluruh lini iPhone 18 secara serentak seperti tradisi tahunannya.
iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, serta iPhone lipat yang telah lama dirumorkan disebut tetap meluncur sesuai jadwal di musim gugur 2026 — sekitar September hingga Desember 2026. Sementara itu, model standar iPhone 18 ditunda peluncurannya hingga awal 2027, berbarengan dengan iPhone 18e dan generasi kedua iPhone Air.
Strategi pecah-jadwal ini menandai pergeseran filosofis Apple: dari peluncuran “satu paket besar” menjadi rilis bertahap yang memungkinkan fokus pemasaran dan rantai pasok yang lebih terkelola.
Apa Artinya bagi Konsumen?
Bagi konsumen, kabar ini sebenarnya kabar baik. Memilih iPhone model standar tidak lagi berarti mengorbankan ruang memori untuk fitur AI di masa depan. Selama ini, perbedaan kapasitas RAM antara model standar dan Pro kerap menjadi alasan pengguna terpaksa merogoh kocek lebih dalam demi varian premium.
Dengan iPhone 18 standar yang dikabarkan menyamai RAM iPhone 17 Pro, garis pemisah antara “reguler” dan “Pro” kini bergeser ke aspek lain — desain, kamera, dan fitur eksklusif lainnya — bukan lagi pada spesifikasi inti yang menentukan masa pakai jangka panjang.
Tren Industri: AI Mendorong Lompatan Memori
Kabar ini juga sejalan dengan tren industri ponsel pintar secara keseluruhan. Sejumlah pabrikan Android sudah lebih dulu membenamkan RAM 12GB hingga 16GB pada model unggulannya, sebagian besar didorong oleh kebutuhan menjalankan model AI generatif secara lokal.
Apple tampaknya tak ingin tertinggal dalam perlombaan ini. Dengan kombinasi chip 2 nanometer, RAM 12GB, dan ekosistem Apple Intelligence yang terus dikembangkan, iPhone 18 disiapkan bukan sekadar sebagai penerus tahunan — melainkan sebagai pijakan generasi iPhone yang sepenuhnya AI-ready.













