Rektor Unsoed Akhmad Sodiq resmi ditahan KPK. Ia keluar dari ruang pemeriksaan mengenakan rompi oranye dengan tangan diborgol, Sabtu (22/8/2026) dini hari. (Foto: Inilah.com/ Moch. Zhacky)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Keluarga Alumni Universitas Jenderal Soedirman (KA Unsoed) meminta kasus dugaan korupsi yang menjerat Rektor Akhmad Sodiq menjadi momentum untuk mengevaluasi secara total dan memperbaiki tata kelola kampus.
KA Unsoed menilai persoalan tersebut tidak cukup diselesaikan hanya dengan pergantian pejabat. Sistem penerimaan mahasiswa baru hingga pengawasan internal kampus harus dievaluasi secara menyeluruh untuk menutup celah terjadinya penyalahgunaan kewenangan.
Ketua Umum KA Unsoed, Abdul Kholik, mengatakan bahwa evaluasi harus mencakup kemungkinan adanya kelemahan sistem, konflik kepentingan, diskresi yang terlalu luas, maupun mekanisme yang membuka ruang praktik korupsi.
“KA Unsoed meminta dilakukannya audit, evaluasi, dan reformasi menyeluruh terhadap tata kelola penerimaan mahasiswa baru serta bidang-bidang lain yang berisiko terhadap korupsi, konflik kepentingan, dan penyalahgunaan kewenangan,” kata Abdul Kholik dalam keterangan tertulis KA Unsoed, Sabtu (22/8/2026).
Menurut dia, penguatan tata kelola harus dilakukan mulai dari transparansi penerimaan mahasiswa baru, pengelolaan keuangan, pencegahan konflik kepentingan, hingga penguatan sistem pelaporan pelanggaran atau whistleblowing system.
KA Unsoed juga meminta pembangunan budaya integritas diperkuat di seluruh lingkungan universitas.
“Krisis ini tidak boleh diselesaikan hanya dengan pergantian pejabat. Yang lebih penting adalah memperbaiki sistem agar persoalan serupa tidak terulang,” ujar Abdul.
Jadikan Unsoed ‘Rumah’ Integritas
KA Unsoed menyatakan prihatin karena perkara tersebut menjadi pukulan serius bagi keluarga besar Unsoed. Perguruan tinggi, kata Abdul, semestinya menjadi rumah ilmu pengetahuan sekaligus tempat nilai integritas, kejujuran, dan keteladanan ditanamkan kepada generasi muda.
Meski demikian, proses hukum terhadap individu tidak boleh meruntuhkan kepercayaan terhadap Unsoed sebagai institusi.
Karena itu, KA Unsoed tetap mendukung proses hukum KPK sekaligus meminta seluruh pihak menghormati asas praduga tak bersalah.
“Menjaga nama baik Unsoed bukan berarti menutup-nutupi persoalan ataupun menghalangi proses hukum. Justru marwah universitas harus dijaga dengan keterbukaan terhadap proses hukum, keberanian melakukan koreksi, serta komitmen memperbaiki tata kelola,” papar Abdul.
Dia mengajak seluruh sivitas akademika dan alumni menjaga ketenangan serta persatuan selama proses hukum berlangsung.
“Unsoed harus tetap berdiri sebagai rumah ilmu pengetahuan, integritas, keadilan, dan pengabdian kepada bangsa,” tandas Abdul.
Desak Mendiktisaintek Tunjuk Plt. Rektor
KA Unsoed juga mendesak Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, segera mengambil langkah usai Rektor Akhmad Sodiq ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
KA Unsoed menilai penunjukan Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor harus segera ditetapkan demi memastikan roda perguruan tinggi tetap berjalan.
Ketua Umum KA Unsoed, Abdul Kholik, mengatakan bahwa penunjukan Plt. bukan bentuk penghukuman terhadap Akhmad Sodiq yang masih menjalani proses hukum.
“KA Unsoed meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi segera mengambil langkah administratif dan kelembagaan sesuai kewenangannya, termasuk menunjuk Pelaksana Tugas (Plt.) Rektor Universitas Jenderal Soedirman sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas Abdul Kholik.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.









