Karhutla Meluas, 6 Provinsi Masuk Zona Siaga hingga November: Riau Paling Parah

artwork-didit.png

Sabtu, 5 September 2026 – 17:46 WIB

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam Konferensi Pers Perkembangan Harian Penanganan Bencana Karhutla di Indonesia secara virtual, Selasa (1/9/2026).(Foto: inilah.com/Diana Rizky)

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam Konferensi Pers Perkembangan Harian Penanganan Bencana Karhutla di Indonesia secara virtual, Selasa (1/9/2026).(Foto: inilah.com/Diana Rizky)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) belum menunjukkan tanda mereda. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menetapkan 6 provinsi sebagai wilayah prioritas penanganan.

Keenam provinsi tersebut adalah Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Sejumlah daerah bahkan telah menetapkan status siaga darurat karhutla hingga beberapa bulan ke depan.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB Berton Suarso mengatakan, kondisi tersebut membuat penanganan karhutla dilakukan secara berlapis, mulai dari operasi darat hingga intervensi udara.

“Penanganan dilakukan melalui operasi darat, patroli udara, water bombing dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC),” kata Berton, Sabtu (5/9/2026).

Riau menjadi salah satu wilayah dengan catatan luas lahan terbakar paling besar. Sejak 1 Januari hingga 4 September 2026, luas lahan terbakar di provinsi tersebut mencapai sekitar 18.882,16 hektare yang tersebar di 10 kabupaten dan dua kota.

BNPB mengerahkan satu helikopter patroli udara, satu pesawat patroli udara, dukungan OMC serta lima helikopter water bombing untuk memperkuat penanganan di Riau.

Sementara itu, di Sumatera Selatan, luas lahan terbakar berdasarkan pembaruan 3 September 2026 mencapai 1.926,23 hektare. Ancaman juga terlihat dari pemantauan titik panas.

Satelit Terra, Aqua, S-NPP dan NOAA20 mendeteksi 92 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi, 1.424 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan 40 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.

Kondisi tersebut diperparah kualitas udara di sejumlah wilayah Sumatera Selatan yang berada pada kategori sedang hingga sangat tidak sehat. Jarak pandang dilaporkan kurang dari atau sama dengan tujuh kilometer.

Di Jambi, pemerintah provinsi telah menetapkan status Siaga Darurat karhutla sejak 27 April hingga 30 November 2026. Pemantauan BMKG pada 3 September juga mendeteksi 266 titik panas.

Status Siaga Darurat

Kalimantan Tengah (Kalteng) juga masih berada dalam status ‘siaga darurat’ karhutla di tingkat provinsi, hingga 31 Oktober 2026. Sejumlah kabupaten dan kota turut menerapkan status penanganan karhutla, di antaranya Kotawaringin Timur, Kapuas, Sukamara, Barito Timur, Seruyan, Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Lamandau, Barito Utara, Gunung Mas dan Barito Selatan.

Api membakar lahan di Desa Tumbang Nusa, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Minggu (30/8/2026). (Foto: ANTARA/Auliya Rahman/agr).

Di Kalimantan Selatan, status ‘siaga darurat’ karhutla dan kekeringan berlaku sejak 6 Juli hingga 31 Oktober 2026. Status penanganan juga diberlakukan di Kabupaten Barito Kuala dan Banjar.

Adapun Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah yang mendapat penguatan penanganan. Status Siaga Darurat karhutla tingkat provinsi berlaku sejak 2 Februari hingga 15 November 2026. Saat ini, provinsi tersebut juga berada dalam status tanggap darurat karhutla hingga 6 September 2026.

Di luar enam provinsi prioritas, BNPB masih mencatat munculnya titik kebakaran baru di sejumlah daerah.

Di Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, karhutla pada Jumat (4/9/2026) berdampak terhadap sekitar 17,81 hektare lahan. Kebakaran tersebar di Desa Buding, Desa Padang dan Desa Sukamandi.

Di Bangka Barat, kebakaran pada Kamis (3/9/2026) berdampak terhadap sekitar 8,5 hektare lahan. Sementara di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, sekitar sembilan hektare lahan terbakar.

Karhutla juga tercatat di Ponorogo, Jawa Timur, dengan luas lahan terdampak sekitar empat hektare. Adapun di Kabupaten Tojo Una-Una, Sulawesi Tengah, kebakaran di kawasan Hutan Gunung Kendeng berdampak terhadap sekitar 13 hektare lahan.

Untuk kasus di Tojo Una-Una, api masih dalam penanganan dan belum sepenuhnya padam. Tim gabungan terus melakukan pemadaman di sejumlah titik.

BNPB memastikan penanganan tetap dilakukan dengan menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah, termasuk dukungan peralatan pemadaman, patroli udara, water bombing hingga operasi modifikasi cuaca.

Dengan masih munculnya titik kebakaran baru dan luas lahan terbakar yang terus bertambah di sejumlah wilayah, karhutla kini menjadi persoalan lintas daerah yang membutuhkan penanganan berkelanjutan, bukan hanya respons ketika api telah membesar.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang