Wuling Minta Maaf, Kasus Konsumen Belum Terima Unit Meski Bayar Lunas

Wuling Motors menyampaikan permintaan maaf terkait kasus dealer Surabaya yang viral di media sosial.

Menggandeng Wakil Wali Kota Surabaya Armuji atau Cak Ji, konsumen atas nama Nancy menyambangi Wuling Surabaya untuk meminta kejelasan mobil yang sudah dipesan.

“Wuling Motors telah mengetahui permasalahan yang terjadi dalam proses pembelian kendaraan pada salah satu jaringan Wuling Motors di kota Surabaya. Atas kejadian tersebut, Wuling Motors menyampaikan permohonan maaf atas kerugian dan ketidaknyamanan yang dialami oleh konsumen,” tulis Wuling di laman resminya.

Ada Pelanggaran SOP

Berdasarkan hasil penelusuran, telah ditemukan pelanggaran terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang dilakukan oleh oknum wiraniaga (sales) dalam proses transaksi.

“Wuling Motors menegaskan bahwa perusahaan tidak menoleransi segala bentuk tindakan yang bertentangan dengan prosedur perusahaan maupun yang dapat merugikan konsumen,” tulis Wuling.

Menindaklanjuti permasalahan tersebut, Wuling Motors akan mengambil tindakan dan melakukan langkah korektif terhadap dealer yang bersangkutan, serta melakukan evaluasi guna menjamin proses pelayanan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami juga berkomitmen untuk memastikan setiap konsumen mendapatkan haknya dalam bertransaksi di seluruh jaringan dealer resmi Wuling Motors, sesuai dengan standar yang berlaku,” kata Wuling.

Kronologi

Sebelumnya, video Cak Ji dengan Nancy di dealer Wuling Surabaya viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Cak Ji tampak mendampingi konsumen Wuling yang mengadu karena sudah membayar lunas untuk pembelian Wuling Darion, namun unit tak kunjung datang.

Konsumen perempuan bernama Nancy tersebut awalnya mengaku membeli mobil secara tunai. Ia melakukan pembayaran uang muka (DP) pada Desember 2025 dan melunasi pembayaran pada Januari 2026.

Seluruh pembayaran disebut dilakukan secara langsung ke rekening perusahaan atau dealer. Saat melakukan pelunasan, Nancy mengaku didampingi seorang sales bernama Raditya.

Namun, setelah seluruh pembayaran diselesaikan, unit mobil yang dipesan tidak kunjung diterima. Ia kemudian mempertanyakan kepastian kendaraan yang telah dibayar.

“Dari awal januari 2026 itu saya sudah melakukan pelunasan 100 persen tapi sampai saat ini saya nggak terima unitnya dan nggak ada pengembalian uang,” kata Nancy dalam video mediasi yang diunggah di akun instagram Cak Ji.

Persoalan tersebut kemudian semakin berkembang setelah muncul informasi mengenai masalah internal antara pihak dealer dan sales terkait.

Nancy akhirnya meminta pendampingan Cak Ji untuk mendapatkan kejelasan terkait transaksi yang telah dilakukan, termasuk status pembayaran dan unit kendaraan yang hingga kini belum diterima.

“Jadi kan bu Nancy ini beli mobil sejak Januari, berarti kan sudah hampir satu tahun. Mereka beli bukan kredit tapi cash. Beliau sudah memenuhi persyaratan yang diminta PT sini. Nah tinggal PT sini realisasinya kapan? Itu saja,” kata Cak Ji.

“Kalau dalam minggu besok mobilnya nggak datang, lebih baik ibu batalkan saja sudah. Soal mereka ada proses hukum dengan mantan sales-nya itu urusan mereka. Intinya uang itu masuk di kantor sini bukan ke kantong sales. Tolong ya pak selesaikan ya,” tegas Cak Ji kepada salah satu petinggi dealer.