Heboh Pesta Ultah Istri Gubernur Kalteng Saat Karhutla, DPR Sebut Kena Krisis Sensitivitas

Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin menilai Dharma Wanita di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) perlu meningkatkan pembinaan terhadap istri kepala daerah, khususnya terkait sensitivitas terhadap kondisi masyarakat.

Pernyataan itu disampaikan Khozin menanggapi perayaan ulang tahun ke-27 istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustiar Sabran, Aisyah Thisia Bianty, yang menuai sorotan publik di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Dharma Wanita di lingkungan Kemendagri mesti melakukan pembinaan di jajarannya, khususnya di tingkat daerah untuk meningkatkan sensitivitas dan kepedulian terhadap masalah yang dihadapi masyarakat,” ucap Khozin kepada inilah.com, Rabu (2/9/2026).

Menurut Khozin, Dharma Wanita seharusnya dapat menunjang kinerja pemerintahan di setiap tingkatan, terutama melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Ia juga menilai sensitivitas pejabat dan keluarga pejabat terhadap situasi yang dihadapi masyarakat perlu ditingkatkan, terlebih ketika suatu daerah sedang menghadapi bencana.

“Pejabat dan keluarga pejabat agar berperilaku patut di ruang publik. Saat ini keberadaan media sosial menjadi alat kontrol publik terhadap perilaku pejabat publiknya,” jelasnya.

Ultah Istri Gubernur Kalteng Disorot

Sebelumnya, perayaan ulang tahun ke-27 Aisyah Thisia Bianty menjadi sorotan masyarakat Kalteng.

Foto-foto perayaan tersebut beredar di media sosial setelah diunggah melalui Instagram Story salah satu sahabat Aisyah, @watie.tiq, yang disebut hadir dalam acara tersebut. Unggahan itu kemudian tersebar ke sejumlah platform lain, termasuk Threads dan TikTok.

Salah satu akun TikTok yang mengunggah ulang foto tersebut turut memberikan komentar bernada sindiran.

“Masyarakat Kalteng lagi menghirup abu. Ibu Gubernurnya liburan dong,” tulis akun tersebut.

Sorotan muncul karena pada saat bersamaan, sejumlah wilayah Kalteng masih terdampak karhutla dan kabut asap.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan sebelumnya menyampaikan bahwa karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan masih berdampak terhadap kualitas udara.

Berdasarkan pemantauan hingga Selasa (1/9/2026), kualitas udara di sejumlah wilayah terdampak berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya.

63 Titik Api Terdeteksi di Kalteng

Di Kalteng, BNPB memantau 63 titik api. Kualitas udara secara umum berada pada kategori sangat tidak sehat dengan jarak pandang sekitar 2 kilometer.

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar masih berlangsung secara tatap muka dan masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa.

Satgas darat melakukan pemadaman di 13 kabupaten/kota, yakni Palangkaraya, Kotawaringin Timur, Seruyan, Katingan, Kapuas, Barito Utara, Pulang Pisau, Lamandau, Kotawaringin Barat, Barito Selatan, Murung Raya, Gunung Mas, dan Barito Timur.

Luas area yang dipadamkan hingga 31 Agustus 2026 mencapai 87,22 hektare.

Sementara itu, satgas udara mengerahkan empat unit helikopter untuk melakukan water bombing dalam empat sortie dengan total 188.000 liter air.

Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga dilakukan satu sortie di wilayah selatan Kotawaringin Timur dengan menebarkan 800 kilogram garam. Namun, upaya tersebut belum menghasilkan hujan yang signifikan.

“Jarak pandang yang sangat rendah memang menghambat dalam penanganan melalui operasi udara. Kemudian karakteristik lahan gambut yang terbakar ditambah angin kencang menyebabkan api sangat mudah terbakar kembali, sehingga perlu dilakukan pendinginan berulang,” ungkap Berton.