NTT Kembali Diguncang Gempa Hari Ini

artwork-didit.png

Minggu, 23 Agustus 2026 – 16:05 WIB

Warga berjalan di dekat rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026, dengan sekitar 7.480 rumah dan lebih dari 40 tempat ibadah tercatat mengalami kerusakan. (Foto: Antara Foto/Fikri Yusuf).

Warga berjalan di dekat rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026, dengan sekitar 7.480 rumah dan lebih dari 40 tempat ibadah tercatat mengalami kerusakan. (Foto: Antara Foto/Fikri Yusuf).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali diguncang gempa bumi pada Minggu (23/8/2026). Gempa magnitudo 4,0 terjadi ketika sejumlah wilayah masih berjibaku memulihkan kondisi setelah gempa besar M7,7 pada 15 Agustus lalu.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 10.41 WIB. Episentrum berada di laut, sekitar 42 kilometer sebelah utara Ruteng-Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer.

Guncangan terbaru ini menambah kewaspadaan masyarakat NTT yang masih menghadapi dampak gempa besar sepekan sebelumnya.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 53.971 rumah mengalami kerusakan akibat gempa M7,7 hingga Sabtu (22/8/2026).

Dari jumlah tersebut, 19.006 rumah rusak berat, 11.777 rusak sedang, dan 23.188 lainnya rusak ringan.

Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan jumlah rumah rusak terbanyak, mencapai 17.039 unit. Berikutnya Manggarai Barat 9.402 unit, Ngada 8.129 unit, Manggarai 7.045 unit, Nagekeo 4.829 unit, Ende 3.953 unit, dan Sikka 3.574 unit.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan angka kerusakan tersebut masih sementara. Petugas masih melakukan verifikasi dan validasi data di lapangan.

“Data sementara by name by address (BNBA) hingga tingkat desa telah diperoleh untuk Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, dan Sikka,” ujar Berton.

Sementara itu, proses pendataan di Kabupaten Manggarai masih berlangsung dan ditargetkan selesai dalam satu hingga dua hari.

BNPB menyebut pendataan kerusakan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan penanganan warga terdampak. Khusus rumah yang mengalami rusak berat, data tersebut akan digunakan untuk menghitung kebutuhan hunian sementara (huntara) maupun dana tunggu hunian (DTH).

Gempa M4,0 pada Minggu pagi terjadi di tengah proses tersebut. Warga NTT pun masih harus menghadapi pemulihan dari dampak gempa besar yang telah menyebabkan puluhan ribu rumah mengalami kerusakan.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang