Kementerian Sosial (Kemensos) memperkuat penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan menyalurkan bantuan pangan dan logistik kepada masyarakat terdampak. Sedikitnya 30 ton beras reguler dan 5.500 paket sembako disalurkan ke enam kabupaten terdampak.
Bantuan tersebut diberikan kepada masyarakat di Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende. Selain bantuan pangan, Kemensos mengoperasikan dapur umum, mengirimkan logistik kedaruratan, serta menambah personel untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat selama masa tanggap darurat.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan seluruh sumber daya Kemensos dikerahkan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
“Perintahnya jelas, masyarakat yang terdampak harus segera mendapatkan pelayanan. Kebutuhan makan, tempat pengungsian, pakaian, perlengkapan keluarga dan kebutuhan dasar lainnya harus kita pastikan tersedia,” kata Agus Jabo di Manggarai, Minggu (16/8/2026).
Dari total bantuan beras yang disalurkan, masing-masing kabupaten menerima 5 ton. Sementara untuk bantuan sembako, Kabupaten Nagekeo mendapatkan 500 paket, sedangkan Kabupaten Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende masing-masing menerima 1.000 paket.
Bantuan sembako di sejumlah wilayah juga dimanfaatkan untuk mendukung operasional dapur umum yang menyediakan makanan bagi masyarakat terdampak dan para pengungsi.
“Distribusi dilakukan menyesuaikan kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah. Kalau kebutuhan di lapangan berkembang, tentu dukungannya juga akan kita sesuaikan,” ujar Agus.
Dapur Umum Produksi 4.100 Nasi Bungkus per Hari
Selain menyalurkan bahan pangan, Kemensos mengoperasikan dan memberikan dukungan terhadap dapur umum di sejumlah wilayah terdampak gempa. Khusus di Kabupaten Nagekeo, Sikka, dan Manggarai, dukungan dapur umum diberikan hingga masa tanggap darurat berakhir.
Dapur umum Kemensos saat ini mampu memproduksi sekitar 4.100 nasi bungkus setiap hari. Kebutuhan makanan masyarakat terdampak juga diperkuat melalui dukungan makanan dari dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Kita ingin memastikan tidak ada warga di pengungsian yang kesulitan mendapatkan makanan. Dapur umum akan terus bekerja sesuai kebutuhan selama masa tanggap darurat,” kata Agus Jabo.
Kemensos juga mengirimkan logistik kedaruratan ke Kabupaten Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende. Logistik tersebut mencakup berbagai kebutuhan untuk mendukung masyarakat di pengungsian dan memenuhi kebutuhan dasar keluarga terdampak.
Adapun distribusi bantuan Kemensos di enam kabupaten terdampak meliputi:
Kabupaten Nagekeo mendapatkan 5 ton beras reguler dan 500 paket sembako, serta dukungan operasional dapur umum hingga masa tanggap darurat berakhir.
Kabupaten Sikka menerima 5 ton beras reguler dan 1.000 paket sembako, disertai dukungan dapur umum hingga masa tanggap darurat berakhir.
Kabupaten Manggarai memperoleh 5 ton beras reguler, 1.000 paket sembako, dukungan dapur umum hingga masa tanggap darurat berakhir, serta bantuan logistik kedaruratan.
Kabupaten Manggarai Timur menerima 5 ton beras reguler dan 1.000 paket sembako untuk mendukung dapur umum, serta bantuan logistik kedaruratan.
Kabupaten Ngada mendapatkan 5 ton beras reguler dan 1.000 paket sembako untuk mendukung dapur umum, serta bantuan logistik kedaruratan.
Sementara Kabupaten Ende menerima 5 ton beras reguler dan 1.000 paket sembako untuk mendukung dapur umum, serta bantuan logistik kedaruratan.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari respons Kemensos dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat gempa bumi di NTT. Pemerintah memastikan dukungan akan disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.












