Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (topi rompi tundra) bersama Menko PMK Pratikno (topi kemeja putih rompi hitam) saat mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manggarai, yang terdampak gempabumi M 7,7 di Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, Minggu (16/8/2026). (Foto: Dok. BNPB)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tragedi gempa bumi bermagnitudo (M) 7,7 yang meluluhlantakkan Nusa Tenggara Timur (NTT) menyedot perhatian dan simpati dunia internasional. Sederet negara sahabat, mulai dari Amerika Serikat (AS), Rusia, hingga Uni Emirat Arab (UEA) kompak menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat Flobamora (Flores, Sumba, Timor dan Alor) tersebut.
Atensi dari mancanegara ini mengalir seiring dengan kian bertambahnya pemutakhiran data korban jiwa di lapangan. Menyitir data sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Minggu (16/8/2026) sore, jumlah korban meninggal dunia akibat guncangan dahsyat itu telah menembus 53 orang.
Laporan Kementerian Sosial RI mencatat setidaknya 2.000 jiwa terdampak langsung di lima wilayah utama, yakni Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende. Proses pendataan jumlah pengungsi pun hingga kini masih terus berjalan.
AS dan Rusia Turut Berduka, Minta Warga Waspadai Gempa Susulan
Melalui saluran resminya di platform X pada Minggu, Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Jakarta melayangkan ucapan simpati untuk seluruh keluarga korban, baik yang kehilangan anggota keluarga maupun yang tengah merawat korban luka-luka.
“Kedutaan Besar dan Konsulat Amerika Serikat di Indonesia menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada mereka yang kehilangan orang-orang terkasih akibat gempa bumi dahsyat dan dampaknya di Nusa Tenggara Timur,” tulis Kedubes AS.
Dalam kesempatan yang sama, perwakilan diplomatik AS itu juga menyisipkan imbauan agar masyarakat terdampak tetap ekstra hati-hati dan mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Rasa duka yang tak kalah tulus disampaikan Kedutaan Besar Federasi Rusia di Jakarta lewat akun Instagram resminya. Pihak Rusia mendoakan agar proses pemulihan pascabencana berjalan cepat sehingga denyut kehidupan warga terdampak bisa secepatnya kembali pulih.
“Kami turut berduka cita kepada para keluarga dan kerabat korban meninggal dunia. Kami berharap kehidupan masyarakat di wilayah-wilayah yang terdampak bencana alam ini dapat segera kembali ke normal,” rilis Kedubes Rusia.
Solidaritas Penuh Mengalir dari Uni Emirat Arab
Gelombang empati juga datang dari kawasan Timur Tengah. Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui Kementerian Luar Negeri menegaskan posisi berdiri bahu-membahu bersama bangsa Indonesia di tengah ujian berat ini.
“Uni Emirat Arab menyatakan solidaritasnya dengan Republik Indonesia atas gempa bumi yang mengakibatkan sejumlah korban jiwa dan luka-luka serta kerusakan properti yang cukup besar,” tegas Kemenlu UEA melalui pernyataan resminya di X.
Pemerintah UEA turut menyelipkan doa agar para korban luka mendapatkan perawatan terbaik dan dipulihkan secepatnya.
Mengalirnya dukungan serta ucapan solidaritas dari berbagai belahan dunia menjadi suntikan moral berharga, di saat aparat gabungan Indonesia terus berjibaku di lapangan untuk menyalurkan bantuan kedaruratan dan menangani para pengungsi.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










