Persib Kena Skakmat AFC, Sanksi Berat Malah Bertambah!

Banding Persib Bandung atas sanksi Komite Disiplin AFC terkait laga melawan Ratchaburi FC resmi ditolak. Komite Banding AFC memutuskan Maung Bandung tetap bersalah atas tiga pelanggaran Kode Disiplin AFC.

Keputusan tersebut ditetapkan pada Kamis (13/8/2026) dan tercantum dalam dokumen putusan Komite Banding AFC yang diunduh CNN Indonesia pada Jumat (14/8).

“Banding Persib Bandung (IDN) terhadap keputusan VVC 20260513DC13 ditolak sepenuhnya,” tulis Komite Banding AFC dalam dokumen tersebut.

Dengan keputusan ini, sanksi yang sebelumnya dijatuhkan kepada Persib tetap berlaku. Bahkan, klub asal Jawa Barat itu mendapatkan tambahan denda sebesar 1.000 dolar AS atau sekitar Rp17 juta.

Persib Tetap Didenda Rp3,5 Miliar

Selain denda tambahan, Persib tetap diwajibkan membayar denda sebesar 20.000 dolar AS atau sekitar Rp356 juta berdasarkan keputusan awal Komite Disiplin AFC.

Dengan demikian, total denda yang harus dibayarkan Persib mencapai 21.000 dolar AS atau sekitar Rp373 juta, berdasarkan nilai konversi yang dicantumkan dalam laporan.

Sanksi tersebut merupakan buntut dari pertandingan Persib melawan Ratchaburi FC dalam ajang AFC Champions League Two 2025/2026.

Persib sebelumnya dijatuhi hukuman oleh Komite Disiplin AFC pada 13 Mei 2026. Maung Bandung dinilai melakukan pelanggaran terkait perilaku suporter dan aspek keselamatan pertandingan.

Manajemen Persib kemudian mengajukan banding karena menilai hukuman yang dijatuhkan terlalu berat. Namun, upaya tersebut kini berakhir setelah Komite Banding AFC menolak permohonan Persib sepenuhnya.

Dua Laga Kandang Persib Tanpa Penonton

Selain denda, Persib juga tetap harus menjalani hukuman dua pertandingan kandang tanpa penonton.

Salah satu laga yang terdampak adalah pertandingan playoff AFC Champions League Two 2026/2027 melawan Manila Digger.

Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 31 Agustus 2026. Persib sebelumnya mengajukan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai lokasi pertandingan.

Namun, sesuai keputusan AFC, laga tersebut harus digelar tanpa kehadiran penonton.

Sanksi dua pertandingan kandang tanpa penonton menjadi konsekuensi dari keputusan Komite Disiplin AFC yang menilai Persib tidak mampu mengendalikan perilaku suporter dalam pertandingan melawan Ratchaburi.

Putusan AFC Bersifat Final

Dengan ditolaknya banding, keputusan Komite Disiplin AFC kini berkekuatan tetap. Persib tidak lagi memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas putusan tersebut.

Hukuman ini menjadi tantangan bagi Persib di tengah persiapan menghadapi musim 2026/2027. Maung Bandung tidak hanya harus menjaga performa di lapangan, tetapi juga memastikan aspek keamanan dan perilaku suporter tidak kembali menjadi persoalan dalam pertandingan kompetisi Asia.

Khusus laga melawan Manila Digger, Persib harus menghadapi pertandingan penting tanpa dukungan langsung Bobotoh di stadion. Kondisi tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri bagi tim yang tengah berupaya melangkah ke fase berikutnya AFC Champions League Two.