Presiden LaLiga: Era Gianni Infantino Sudah Berakhir!

Ivan Medium.jpeg

Selasa, 11 Agustus 2026 – 04:04 WIB

FIFA meminta maaf atas kesalahan dalam rencana penjualan saham Piala Dunia. Manajemen menyatakan dukungan penuh kepada Gianni Infantino, tetapi desakan mundur terus berdatangan. (Foto: AP)

FIFA meminta maaf atas kesalahan dalam rencana penjualan saham Piala Dunia. Manajemen menyatakan dukungan penuh kepada Gianni Infantino, tetapi desakan mundur terus berdatangan. (Foto: AP)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Meski membatalkan ide kontroversialnya untuk menjual saham Piala Dunia ke swasta, gelombang kritik dan kecaman terhadap Gianni Infantino rupanya tak berhenti.

Setelah sejumlah federasi menyatakan keberatan atas kepemimpinan Gianni di FIFA, giliran Presiden LaLiga Javier Tebas yang melontarkan kritik pedas.

Tebas berujar bahwa Infantino telah menghancurkan “esensi sejati” sepak bola dan merasa rezimnya telah berakhir.

Tebas merupakan salah satu tokoh yang menyerukan agar Gianni Infantino mengundurkan diri. Bukan hanya itu, pria yang sudah menjabat sejak 2013 itu berpendapat bahwa posisi Infantino saat ini sulit untuk dipertahankan.”Bagi saya, era Gianni Infantino sudah lama berlalu.”

“Saya tidak mengatakan ini karena kejadian baru-baru ini; saya telah memperhatikan gaya manajemen ini sejak lama, meskipun orang lain tampaknya baru menyadarinya sekarang,” kata Tebas kepada Le Monde dikutip dari ESPN.

Tebas merasa, Infantino tidak memberi dampak besar bagi sepak bola dan justru menghancurkan esensi sepak bola itu sendiri. Sejumlah proyek dari Infantino dirasa tidak memiliki manfaat besar terutama bagi perkembangan sepak bola.

Tebas berharap jika pemilu mendatang bukan hanya menggulingkan rezim Infantino, namun juga terjadi perombakan besar di tubuh FIFA. “Sepak bola tidak terbatas pada kalangan elit. Bagi saya, era Infantino sudah berakhir.”

Tebas juga meminta agar FIFA bisa memiliki sistem baru yang dihuni orang-orang yang berbeda agar perubahan benar-benar terjadi.

“Episode ini hanyalah puncak gunung es dari apa yang telah terjadi di dalam sebuah institusi, FIFA, tetapi juga secara lebih luas di dunia sepak bola, di mana tidak ada kebijakan tata kelola yang nyata. Masalahnya tidak terbatas pada satu orang; ini tentang seluruh sistem.”

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang