Ilustrasi mitra GoTo. Dokumentasi: PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Perusahaan teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk menyesuaikan target bisnis On-Demand services (bisnis yang memayungi layanan angkutan GoRide dan GoCar serta layanan delivery) sebagai dampak dari implementasi komisi 8 persen.
Meski demikian GoTo tetap mempertahankan target bisnis grup secara keseluruhan, didukung oleh pertumbuhan bisnis fintech GoPay yang unggul.
GoTo baru saja merilis laporan keuangan Kuartal II-2026, Rabu (29/7/2026). Di kuartal ini GoTo kembali mencetak laba bersih di Kuartal II-2026 sebesar Rp252 miliar.
GoTo juga mengungkapkan perusahaan melakukan penyesuaian untuk bisnis On-Demand-Services sebagai dampak dari implementasi komisi 8 persen.
Meski ada penyesuaian, Direktur Utama GoTo Hans Patuwo mengungkapkan perusahaan mampu mengatasi dampak kebijakan skema bagi hasil baru yang ditetapkan pemerintah berkat kekuatan ekosistem.
“Struktur ini berlaku untuk bisnis transportasi roda dua Gojek, yang menyumbang sekitar 7 persen dari pendapatan bersih Grup. Dampak dari perubahan komisi ini akan terlihat pada laporan keuangan kuartal ketiga. Namun, setelah satu bulan berjalan, kondisi bisnis tetap stabil,” tulis Hans dalam Siaran Pers, dikutip Senin (3/8/2026).
Sebagai dampak dari implementasi komisi 8 persen, GoTo menyesuaikan pedoman kinerja bisnis On-Demand services untuk setahun penuh menjadi Rp1,4-1,5 triliun, dari sebelumnya Rp1,7-1,8 triliun.
Meski pedoman kinerja On-Demand services diturunkan, GoTo tetap mempertahankan pedoman EBITDA Grup yang disesuaikan untuk setahun penuh di kisaran Rp3,2-3,4 triliun.
Hal ini ditopang oleh kinerja bisnis fintech GoPay yang unggul, sehingga pedoman kinerja Fintech untuk setahun penuh menjadi Rp1,7-1,8 triliun, dari sebelumnya Rp1,4-1,5 triliun.
“Penyesuaian ini tidak mudah, tetapi kami percaya bisa mengatasi dampaknya. Kami memperkirakan kontribusi dari bisnis On-demand Services akan berkurang, sementara bisnis Fintech akan memberikan kontribusi lebih besar,” ujar Hans.
Diketahui dari laporan kinerja keuangan Kuartal II-2026, keuntungan bisnis fintech GoPay kini telah melebihi On-demand Services. Berkat pertumbuhan kedua lini bisnis ini GoTo mencatatkan peningkatan 137 persen EBITDA Grup yang disesuaikan secara tahunan, melampaui Rp1,0 triliun untuk pertama kalinya.
“Bisnis Fintech kami juga terus menunjukkan kinerja yang unggul. Kini, profitabilitasnya telah melebihi bisnis On-demand Services. Hal ini menunjukkan kekuatan dan keseimbangan ekosistem kami,” ungkap Hans.
Lebih lanjut, Hans menyebut meningkatkan kesejahteraan mitra tetap menjadi prioritas GoTo. Pencapaian yang diraih perseroan akan kembali diinvestasikan ke ekosistem GoTo untuk mendukung mitra driver melalui berbagai Program Apresiasi Mitra.
“Seiring dengan berkembangnya ekosistem, kami terus berinvestasi untuk mendukung pelanggan kami, termasuk mendukung Mitra Driver Gojek, di antaranya melalui perluasan Program Apresiasi Mitra, mulai dari BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Beasiswa hingga Umrah gratis. Bagi kami, kesuksesan tidak hanya diukur dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari kemajuan seluruh pihak di dalam ekosistem GoTo,” tutup Hans.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.











