Declan Rice mencetak gol ke gawang Prancis dalam 2 menit 16 detik, menjadikannya gol tercepat ketiga dalam sejarah laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia. (Foto: Getty images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Baru dua menit lebih pertandingan berjalan, gelandang andalan Tim Nasional Inggris, Declan Rice, sudah berhasil mencatatkan namanya dalam buku suci sejarah Piala Dunia FIFA.
Pemain tengah Arsenal itu membuka keunggulan The Three Lions ke gawang Prancis saat laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 baru menginjak waktu 2 menit dan 16 detik. Gol kilat ini tidak hanya memberi Inggris momentum awal dalam drama kemenangan 6-4 tersebut, tetapi juga menempatkan Rice ke dalam jajaran pencetak gol tercepat sepanjang masa untuk fase playoff perebutan medali perunggu.
Berdasarkan catatan statistik dari MisterChip, tembakan mematikan Rice kini resmi menempati urutan ketiga sebagai gol tercepat yang pernah tercipta di laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia.
Masuk Daftar Eksklusif Hakan Sukur dan Ernst Lehner
Dengan rekor barunya ini, Rice bersanding dalam sebuah daftar yang sangat eksklusif. Sepanjang sejarah, hanya ada dua pemain yang mampu merobek jala gawang lebih cepat darinya di fase ini.
Rekor absolut masih dipegang oleh penyerang legendaris Turki, Hakan Sukur, yang hanya membutuhkan waktu 11 detik untuk membobol gawang Korea Selatan pada laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2002. Gol kilat Sukur tersebut hingga hari ini juga masih berstatus sebagai gol tercepat secara keseluruhan dalam sejarah Piala Dunia FIFA.
Di urutan kedua, terdapat nama penyerang Jerman, Ernst Lehner. Ia mencetak gol pada detik ke-25 saat melawan Austria di partai perebutan tempat ketiga Piala Dunia 1934 di Italia. Kini, lebih dari sembilan dekade berselang, nama Declan Rice resmi menyusul di urutan ketiga berkat sentuhan magisnya ke gawang Les Bleus.
Ganjaran Sempurna untuk “Mesin” Lini Tengah Inggris
Pencapaian bersejarah ini menjadi penghargaan yang sepadan atas performa luar biasa Rice sepanjang turnamen di benua Amerika. Sang gelandang bertahan terbukti menjadi salah satu pemain paling konsisten bagi Inggris.
Keseimbangannya di lini tengah, kemampuannya memenangi perebutan bola, serta keberaniannya mendorong serangan ke depan menjadi elemen fundamental yang sukses membawa Inggris menembus semifinal di dua edisi Piala Dunia secara beruntun. Meski sorotan kamera sering kali tertuju pada sosok Harry Kane atau Jude Bellingham, etos kerja tanpa lelah Rice menjadikannya kepingan yang tak tergantikan dalam sistem taktik racikan pelatih Thomas Tuchel.
Tembakan jarak jauhnya yang membuka keran gol ke gawang Prancis menyoroti kualitas lain yang telah ia asah dengan tajam selama beberapa musim terakhir: kemampuan untuk tampil menjadi pembeda di momen-momen krusial dan laga besar.
Bagi Rice, gol ke gawang raksasa Eropa ini terasa semakin bermakna ganda. Selain sukses membawa Inggris merengkuh medali perunggu, ini merupakan gol perdananya di panggung termegah Piala Dunia, menyejajarkan dirinya dengan rekor-rekor legendaris yang nyaris tak tersentuh lintas generasi.
Di turnamen yang dipenuhi oleh megabintang dunia, Rice berhasil menemukan caranya sendiri untuk meninggalkan jejak abadi, tepat sesaat setelah peluit kick-off dibunyikan.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.










