Presiden FIFA Gianni Infantino memastikan wacana penambahan peserta Piala Dunia putra menjadi 64 tim akan dibahas secara resmi setelah Piala Dunia 2026 berakhir.
Pernyataan tersebut disampaikan Infantino saat diwawancarai media Swiss, Blue Sport. Menurutnya, FIFA ingin memberikan kesempatan yang lebih besar kepada seluruh negara untuk tampil di turnamen sepak bola terbesar di dunia.
FIFA Siap Bahas Format Baru
Infantino menjelaskan bahwa usulan tersebut akan dibawa ke komite-komite terkait di FIFA untuk dikaji lebih lanjut.
“Ini tentu menjadi isu yang akan dipelajari dan didiskusikan di komite-komite terkait setelah Piala Dunia ini selesai,” kata Infantino.
Menurut dia, penyelenggaraan Piala Dunia harus mencerminkan seluruh dunia, bukan hanya didominasi negara-negara dari Eropa dan Amerika Selatan.
“Ketika Anda menyelenggarakan Piala Dunia, itu harus untuk seluruh dunia. Setiap negara harus memiliki mimpi untuk bisa tampil di Piala Dunia,” ujarnya.
Negara Kecil Dinilai Perlu Kesempatan
Infantino menilai kualitas tim nasional di berbagai kawasan terus meningkat. Karena itu, memperluas jumlah peserta diyakini dapat mendorong perkembangan sepak bola secara global.
Ia berpendapat bahwa apabila negara-negara kecil tidak diberi kesempatan tampil di Piala Dunia, mereka akan kehilangan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas sepak bola nasional.
Piala Dunia 2026 sendiri menjadi edisi pertama yang menggunakan format 48 peserta, meningkat dari 32 tim yang digunakan sejak 1998 hingga 2022.
Dengan format tersebut, jumlah pertandingan bertambah menjadi 104 laga.
Usulan Muncul Sejak 2025
Gagasan memperluas Piala Dunia menjadi 64 peserta pertama kali mencuat pada Maret 2025 setelah CONMEBOL mengusulkan format tersebut untuk Piala Dunia 2030 yang bertepatan dengan peringatan 100 tahun turnamen.
Pada September 2025, Infantino juga menggelar pertemuan dengan Presiden CONMEBOL Alejandro Domínguez bersama para petinggi federasi sepak bola Argentina, Uruguay, Paraguay, dan Uruguay untuk membahas kemungkinan tersebut.
CONMEBOL menilai Piala Dunia edisi seabad layak menjadi momentum menghadirkan turnamen yang lebih inklusif.
UEFA dan CONCACAF Menolak
Meski demikian, usulan tersebut mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi.
Presiden CONCACAF Victor Montagliani menilai format 64 tim bukan keputusan yang tepat karena berpotensi berdampak terhadap kalender sepak bola internasional, kompetisi klub, liga domestik, hingga kondisi fisik pemain.
Sementara itu, Presiden UEFA Aleksander Čeferin bahkan secara terbuka menyebut gagasan tersebut sebagai “ide yang buruk”.
Jika akhirnya disetujui, Piala Dunia dengan 64 peserta akan menghadirkan 128 pertandingan, dua kali lipat dibanding format 32 tim yang digunakan pada periode 1998-2022 dan bertambah 24 laga dibanding format 48 tim yang dipakai pada Piala Dunia 2026.
Hingga saat ini, FIFA belum mengambil keputusan final dan pembahasan resmi baru akan dilakukan setelah seluruh rangkaian Piala Dunia 2026 berakhir.













