Courtois Cedera Sambil Menangis, Blunder Konyol Kiper yang Hancurkan Belgia

Tim Nasional Spanyol berhasil memastikan langkah ke babak semifinal Piala Dunia 2026 untuk menantang Prancis. La Furia Roja sukses menaklukkan Belgia dengan skor 2-1 melalui drama gol telat Mikel Merino di penghujung laga pada pertandingan babak perempat final, Jumat (11/7) waktu setempat.

Pertandingan ini menjadi bukti kedalaman skuad asuhan Luis de la Fuente, di mana mereka mampu memanfaatkan petaka cedera yang menimpa kubu lawan untuk menyegel tiket ke babak empat besar.

Saling Balas Gol dan Pecahnya Rekor Spanyol

Spanyol yang tampil mendominasi dengan total 17 tembakan berbanding 5 milik Belgia, sukses membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-30. Fabian Ruiz—yang dipercaya tampil sebagai starter menggantikan Pedri—berhasil memanfaatkan bola rebound usai tembakan Dani Olmo sempat ditepis oleh kiper Thibaut Courtois. Tembakan follow-up Ruiz sempat berbelok arah (deflection) mengenai Timothy Castagne sebelum masuk ke gawang.

Namun, keunggulan itu tak bertahan lama. Empat menit sebelum turun minum, Belgia membalas. Charles De Ketelaere berhasil memenangi duel udara dengan memotong penjagaan Pau Cubarsi untuk menanduk umpan silang Castagne ke gawang Unai Simon.

Gol balasan dari De Ketelaere ini menjadi sejarah tersendiri. Ini adalah kali pertama pertahanan baja Spanyol tertembus di Piala Dunia 2026 (sejak kekalahan 1-2 dari Jepang di fase grup edisi 2022). Gol ini sekaligus mengakhiri rekor clean sheet (nirkebobolan) impresif beruntun Spanyol yang terhenti di angka 649 menit.

Petaka Cedera Belgia dan Blunder Fatal Lammens

Kabar buruk bagi skuad asuhan Rudi Garcia sejatinya sudah dimulai sejak sebelum kick-off. Kapten mereka, Youri Tielemans, terpaksa menepi karena cedera saat pemanasan, membuat ban kapten diserahkan kepada Kevin De Bruyne yang baru kembali tampil.

Mimpi buruk Belgia berlanjut di babak kedua. Tembok terakhir mereka, Thibaut Courtois, mengalami cedera paha yang memaksanya ditarik keluar lapangan sambil berurai air mata. Posisinya digantikan oleh kiper Manchester United, Senne Lammens, yang sekaligus menjadi kiper selain Courtois pertama yang mengawal gawang Belgia di Piala Dunia sejak Geert De Vlieger pada 2002.

Sayangnya, debut Lammens diwarnai oleh momen yang harus dibayar mahal. Pada menit ke-88, Lammens gagal menangkap dengan sempurna tembakan jarak jauh (20 yard) dari Pau Cubarsi. Bola liar yang terlepas (spill) langsung disambar oleh Mikel Merino yang merobek jala atas gawang Belgia.

Magis ‘Super-Sub’ Merino dan Dominasi De la Fuente

Gol kemenangan tersebut semakin menahbiskan status Mikel Merino sebagai raja “super-sub” andalan Spanyol. Gelandang Arsenal itu kini tercatat sebagai pemain Spanyol pertama dalam sejarah yang sukses mencetak dua gol penentu kemenangan di atas menit ke-80 pada laga fase gugur Piala Dunia (setelah sebelumnya melakukan hal serupa saat melawan Portugal di babak 16 besar).

Sementara itu, pelatih Spanyol Luis de la Fuente terus mempertajam rekor impresifnya. Ia kini menyapu bersih kemenangan di tujuh laga fase gugur secara beruntun di turnamen mayor (Euro dan Piala Dunia).

Kini, Spanyol bersiap menatap laga “final kepagian” di babak semifinal dengan menghadapi raksasa Eropa lainnya, Prancis, pada Selasa mendatang.