Pernyataan Taufik Hidayat Soal Kegagalan Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2026

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora) Taufik Hidayat angkat bicara usai Indonesia gagal meraih gelar juara di Piala Thomas dan Uber 2026. Permintaan maaf disampaikannya secara terbuka kepada publik Tanah Air.

Taufik yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PBSI menuangkan pernyataannya melalui unggahan di Instagram, Selasa (5/5/2026). Selain meminta maaf, ia memberikan apresiasi kepada para atlet yang telah berjuang di Horsens, Denmark.

Apresiasi untuk Tim Uber

Taufik menyoroti pencapaian tim Uber yang berhasil membawa pulang medali perunggu. Hasil ini dianggap sebagai buah dari kerja keras dan dedikasi para pemain.

“Selamat untuk Tim Uber Indonesia yang berhasil mempersembahkan medali perunggu di Piala Uber 2026. Sebuah capaian, hasil dari kerja keras, semangat juang, dan dedikasi di setiap pertandingan,” tulis Taufik.

Tim Uber Indonesia memang mencatatkan hasil positif meski terhenti di semifinal. Putri Kusuma Wardani dan kawan-kawan kalah 1-3 dari Korea Selatan yang akhirnya keluar sebagai juara.

Capaian ini patut diapresiasi mengingat mayoritas skuad dihuni atlet muda berusia 18-23 tahun. Tiga di antaranya bahkan menjadi debutan: Thalita Ramadhani Wiryawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, dan Febi Setianingrum.

Permintaan Maaf untuk Tim Thomas

Berbeda dengan tim putri, tim Thomas Indonesia mengalami nasib pahit di Horsens. Skuad Fajar Alfian dan kawan-kawan tersingkir di fase penyisihan grup, hasil terburuk sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia.

Taufik secara khusus menyampaikan permintaan maaf atas kegagalan ini. Ia mengakui hasil tersebut belum sesuai dengan harapan publik.

“Untuk Tim Thomas Indonesia, terima kasih atas perjuangan dan dedikasi yang telah diberikan. Saya selaku pribadi dan sebagai pengurus memohon maaf terhadap hasil yang belum sesuai harapan,” tambah Taufik.

Mantan atlet legendaris itu berharap hasil di Horsens menjadi pelecut semangat ke depan. Para pemain diminta menjadikan momen ini sebagai pelajaran berharga.

Janji Evaluasi Menyeluruh

Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 itu menegaskan komitmen melakukan evaluasi total. Langkah ini dianggap penting untuk mengembalikan prestasi bulu tangkis Indonesia ke jalur juara.

“Saya berharap para pemain menjadikan ini cambuk untuk lebih baik lagi apabila masih mendapatkan kesempatan ke depannya,” tuturnya.

Taufik menjanjikan evaluasi menyeluruh dari berbagai aspek. Hal ini sejalan dengan tuntutan publik yang menginginkan perubahan signifikan di tubuh PBSI.

“Kami akan segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk membuat langkah ke depan kita bisa tampil lebih maksimal dan kembali membawa prestasi terbaik bagi Indonesia,” kata Taufik.

Ajakan Berbenah Bersama

Di akhir pernyataannya, Taufik mengucapkan terima kasih atas seluruh dukungan masyarakat. Apresiasi maupun kritik dianggap sama-sama penting untuk perbaikan ke depan.

“Terima kasih untuk segala dukungan seluruh masyarakat baik melalui apresiasi maupun kritikan baik kepada pengurus, pemain, pelatih dan official yang kami juga perlukan,” tutup Taufik.