FIFA akhirnya mencabut larangan tradisi tailgating — pesta makan dan minum di area parkir stadion sebelum pertandingan — yang sempat memantik kontroversi menjelang Piala Dunia 2026.
Komite Tuan Rumah Piala Dunia Boston pada Senin (27/4/2026) mengonfirmasi bahwa FIFA telah mengubah sikap awalnya. Sebelumnya, badan sepak bola dunia itu sempat menyatakan tailgating tidak akan diizinkan di seluruh 104 pertandingan turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang.
Tradisi Sakral Suporter AS yang Hampir Hilang
Bagi yang belum familiar, tailgating adalah ritual sakral suporter olahraga di Amerika Utara. Para penggemar berkumpul di area parkir stadion berjam-jam sebelum pertandingan, menggelar barbeku, minum bir, melempar bola, dan bersosialisasi dengan suporter lain.
Tradisi ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kultur sepak bola Amerika (NFL), MLS, dan kompetisi olahraga lainnya.
Gillette Stadium Siap Sambut Tujuh Pertandingan
Stadion Gillette di Foxborough, markas tim NFL New England Patriots yang terletak di selatan Boston, akan menjadi tuan rumah tujuh pertandingan: enam laga babak grup dan satu partai perempat final pada 9 Juli.
Komite tuan rumah menegaskan, perubahan keputusan FIFA tersebut sesuai dengan kebijakan lokal yang mengizinkan tailgating layaknya acara lain yang digelar di stadion tersebut, mengingat tidak ada pembatasan venue maupun pembatasan keselamatan publik lokal yang melarangnya. Acara-acara yang dimaksud termasuk laga Patriots, klub MLS New England Revolution, hingga konser-konser besar.
Lahan Parkir Dipangkas Drastis
Meski lampu hijau sudah menyala, jangan harap tailgating akan se-leluasa biasanya. Kapasitas lahan parkir akan dipangkas drastis selama Piala Dunia. Jika dalam laga-laga Patriots tersedia sekitar 20.000 slot parkir, jumlahnya akan berkurang menjadi hanya sekitar 5.000 slot untuk publik selama turnamen.
Pengurangan ini tentu jadi tantangan bagi para suporter. Mereka harus berebut lahan parkir, atau mencari alternatif transportasi.
Tarif Transportasi Dipatok Empat Kali Lipat
Inilah yang membuat banyak fans mengernyitkan dahi. Otoritas Transportasi Boston (Metro Boston Transit Authority) menetapkan harga tiket kereta pulang-pergi Boston-Foxborough sebesar 80 dolar AS — empat kali lipat dari tarif normal saat laga NFL atau MLS.
Sebagai alternatif, ada bus ekspres yang berangkat dari berbagai titik di kawasan Boston dengan tarif 95 dolar AS pulang-pergi.
Tarif yang fantastis ini menambah daftar panjang keluhan biaya tinggi yang harus ditanggung suporter selama Piala Dunia 2026 berlangsung. Bukan rahasia lagi, ongkos menonton Piala Dunia di Amerika Utara sudah lebih dulu jadi sorotan, bahkan sampai membuat sejumlah federasi nasional Eropa khawatir akan merugi.
New York Pun Ikut Bergerak
Sementara itu di hari yang sama, kota New York mengumumkan rencana ambisiusnya. Pemerintah kota akan menggelar rangkaian fan fest gratis di kelima borough untuk merayakan laga-laga Piala Dunia di MetLife Stadium, New Jersey, dan venue-venue lain di seluruh Amerika.
Wali kota New York Mamdani menjadi salah satu pelopor inisiatif yang ditujukan untuk membuat pesta sepak bola terbesar dunia ini lebih ramah dan terjangkau bagi warga kota.












