Moise Kean dari Italia merayakan gol pembuka timnya bersama rekan-rekan setimnya selama pertandingan babak play-off Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Bosnia dan Herzegovina dan Italia di Stadion Bilino Polje pada 31 Maret 2026 di Zenica, Bosnia dan Herzegovina. (Foto: Getty Images/Getty Images)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Wacana mengejutkan untuk memasukkan Timnas Italia ke ajang Piala Dunia 2026 guna menggantikan posisi Iran mendapat penolakan keras dari dalam negeri Italia sendiri. Para petinggi olahraga Negeri Pizza tersebut menegaskan bahwa mereka tidak menginginkan tiket gratis yang didapat melalui jalur lobi politik.
Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, dan Presiden Komite Olimpiade Nasional Italia (CONI), Luciano Buonfiglio, mengambil sikap tegas menyusul manuver Paolo Zampolli, utusan Donald Trump kelahiran Italia, yang melobi FIFA agar Italia diikutsertakan ke turnamen di Amerika Utara tersebut.
Harga Diri Azzurri
Bagi Abodi dan Buonfiglio, kegagalan Timnas Italia lolos ke Piala Dunia 2026 adalah sebuah realitas olahraga yang harus diterima. Skuad Azzurri gagal mendapatkan tiket setelah finis kedua di bawah Norwegia pada fase grup kualifikasi, dan kemudian kalah adu penalti dari Bosnia & Herzegovina di final play-off pada akhir Maret lalu.
Kegagalan tersebut menandai absennya Italia, sang juara dunia empat kali, dalam tiga edisi Piala Dunia secara berturut-turut.
Menanggapi usulan Zampolli yang menilai Italia pantas ikut karena memiliki “silsilah” sejarah yang kuat, Presiden CONI Luciano Buonfiglio justru merasa harga dirinya terluka. Ia menilai jika sebuah tim gagal di kualifikasi, maka mereka tidak pantas untuk berangkat.
“Pertama-tama, saya rasa hal itu tidak mungkin terjadi. Kedua, saya akan merasa tersinggung. Anda harus pantas untuk pergi ke Piala Dunia,” tegas Buonfiglio, seperti dikutip dari La Gazzetta dello Sport.
Senada dengan Buonfiglio, Menteri Olahraga Andrea Abodi juga memberikan pernyataan singkat nan menohok untuk menutup wacana tersebut.
“Itu tidak pantas. Anda lolos (ke Piala Dunia) di atas lapangan,” ucap Abodi.
Latar Belakang Lobi Utusan Trump
Sebelumnya, rumor penggantian posisi Iran di Piala Dunia 2026 mencuat seiring adanya isu boikot berlatar belakang konflik geopolitik.
Paolo Zampolli menyatakan kepada Financial Times bahwa ia telah mendekati Presiden AS Donald Trump dan Presiden FIFA Gianni Infantino secara langsung. Ia beralasan bahwa menyertakan Italia ke dalam turnamen yang salah satunya digelar di Amerika Serikat adalah sebuah mimpi besar dan upaya untuk menyelamatkan gengsi turnamen.
Namun, respons dingin dan penolakan mentah-mentah dari para pejabat olahraga Italia ini seakan menutup pintu bagi segala bentuk intervensi diplomatik untuk memanipulasi daftar peserta turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.













