Mas Dar: Indonesia Siap Ekspor 1,5 Juta Ton Pupuk ke India hingga Australia

Iwan Medium.jpeg

Jumat, 10 April 2026 – 20:19 WIB

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2025). (Foto: Inilah.com/Vonita).

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono di di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (14/1/2025). (Foto: Inilah.com/Vonita).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Ketika banyak negara mengalami kesulitan pupuk akibat penutupan Selat Hormuz, kondisi ini justru menjadi peluang bagi Indonesia. Pintu ekspor pupuk semakin terbuka lebar.

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, menegaskan Indonesia saat ini memiliki peluang bisnis yang cukup “gurih” di sektor pupuk, seiring terganggunya jalur distribusi internasional, khususnya di Selat Hormuz.

Menurut Mas Dar, sapaan akrab Sudaryono, saat ini sekitar sepertiga distribusi pupuk dunia melewati Selat Hormuz, dan sebagian besar pasokannya berasal dari kawasan tersebut.

Gangguan di wilayah tersebut menyebabkan banyak negara mengalami kesulitan pasokan pupuk, terutama urea.

“Kondisi ini membuat banyak negara di dunia kini membutuhkan pasokan urea dari Indonesia. Kita adalah salah satu produsen urea terbesar di dunia,” ujar Mas Dar di Jakarta, dikutip Jumat (10/4/2026).

Ia menyebutkan sejumlah negara telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Indonesia untuk memenuhi kebutuhan pupuk mereka. Pemerintah India, Filipina, dan Australia bahkan telah menyampaikan minatnya secara langsung.

“Pemerintah India sudah menghubungi kami. Saya juga telah menerima surat dari pemerintah Filipina dan Australia. Mereka siap membeli dengan harga berapa pun,” katanya.

Wamentan Sudaryono menjelaskan rencana sebelumnya untuk menutup sejumlah pabrik pupuk dalam negeri kini telah dibatalkan. Hal ini seiring meningkatnya kebutuhan global yang membuka peluang ekspor lebih luas bagi Indonesia.

“Pabrik-pabrik yang tadinya direncanakan untuk kita suntik mati, sekarang tidak jadi. Karena ternyata permintaan sangat tinggi,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan telah melaporkan perkembangan ini kepada Presiden Prabowo Subianto, termasuk potensi komunikasi dari pemimpin negara lain terkait kebutuhan pupuk.

Dalam satu tahun ke depan, Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) menargetkan ekspor pupuk mencapai 1,5 juta ton. Namun, pemerintah harus memastikan terlebih dahulu kebutuhan pupuk dalam negeri terpenuhi.

“Kita punya rencana dalam setahun ini kita punya stok dan bisa ekspor pupuk sebanyak 1,5 juta ton totalnya. Dan pastinya kebutuhan pupuk petani di dalam negeri akan kita penuhi terlebih dahulu. Itu tidak akan kita utak-atik,” tegas Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) itu.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang