Kabut duka menyelimuti kota Daejeon, Korea Selatan bagian tengah, setelah kebakaran hebat menghanguskan sebuah pabrik suku cadang mobil pada Jumat (20/3/2026).
Hingga berita ini ditulis, situasi di lokasi kejadian masih mencekam dengan laporan belasan orang dinyatakan hilang dan puluhan lainnya menderita luka-luka serius.
Dinas pemadam kebakaran setempat melaporkan bahwa api mulai berkobar sekitar pukul 13.15 waktu setempat. Kobaran api yang cepat membesar di area industri tersebut memicu kepanikan luar biasa.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 50 orang dilarikan ke rumah sakit terdekat karena mengalami luka bakar dan sesak napas, di mana beberapa di antaranya dilaporkan dalam kondisi kritis.
Kepanikan di Tengah Jam Kerja
Laporan dari media lokal menyebutkan bahwa saat si jago merah mengamuk, diperkirakan terdapat sekitar 170 orang yang tengah beraktivitas di dalam pabrik suku cadang tersebut.
Kehadiran ratusan pekerja di lokasi saat jam operasional berlangsung membuat proses evakuasi menjadi sangat krusial sekaligus kacau.
Petugas pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi untuk menjinakkan api yang melahap bangunan utama. Namun, tantangan besar muncul bagi tim pencari dan penyelamat (SAR).
Fokus utama untuk menemukan 14 orang yang masih dinyatakan hilang harus berbenturan dengan kondisi fisik bangunan yang sudah tidak stabil.

Evakuasi Terhambat Risiko Bangunan Ambruk
Otoritas keamanan Daejeon mengungkapkan bahwa operasi penyisiran di dalam gedung pabrik terpaksa dilakukan dengan ekstra hati-hati. Suhu panas ekstrem akibat kebakaran telah merusak integritas struktur bangunan, sehingga risiko gedung ambruk sewaktu-waktu menjadi ancaman nyata bagi para petugas di lapangan.
“Kami berpacu dengan waktu, namun keselamatan tim penyelamat juga menjadi prioritas. Risiko keruntuhan bangunan sangat tinggi, sehingga setiap langkah pencarian harus diperhitungkan dengan matang,” ujar salah satu pejabat dinas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.
Instruksi Presiden Lee Jae-myung
Bencana ini langsung mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Presiden Korsel Lee Jae-myung telah mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran terkait untuk mengerahkan segala sumber daya yang tersedia.
Presiden Lee memerintahkan pihak berwenang agar tidak ada satu pun personel yang kendur dalam melakukan operasi penyelamatan. Ia menekankan bahwa prioritas tertinggi saat ini adalah menemukan para korban yang hilang dan memberikan perawatan medis terbaik bagi mereka yang terluka.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan intensif kepolisian dan tim forensik kebakaran. Publik kini menanti kabar baik dari Daejeon, berharap 14 pekerja yang terjebak dapat segera ditemukan di tengah puing-puing sisa kebakaran yang masih menyisakan hawa panas tersebut.









