Indonesia Punya Kopi dan Cokelat Terbaik, Tapi kok Masih Impor?

Ivan Medium.jpeg

Jumat, 20 Maret 2026 – 05:06 WIB

Presiden Prabowo Subianto (kanan) berdiskusi dengan beberapa jurnalis senior, ekonom, dan pengamat di kediaman pribadi Presiden RI, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026). (Foto: Antara)

Presiden Prabowo Subianto (kanan) berdiskusi dengan beberapa jurnalis senior, ekonom, dan pengamat di kediaman pribadi Presiden RI, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026). (Foto: Antara)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Prabowo Subianto heran dengan kebijakan impor komoditas strategis, seperti kopi dan cokelat, yang punya kualitas terbaik, tetapi Indonesia masih mengimpor komoditas tersebut dari luar negeri.

“Kita punya kopi, cokelat terbaik, tetapi kita impor Starbucks, Nestle, Nescafe. Kita punya cokelat terbaik, tetapi kita impor KitKat, kita makan Cadbury, ya kan,” kata Presiden Prabowo saat berdiskusi membahas hilirisasi dan industrialisasi dengan beberapa jurnalis dan ekonom di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pekan ini, sebagaimana dikutip dari siaran resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Oleh karena itu, Presiden menegaskan pemerintahannya fokus untuk menerapkan hilirisasi dan industrialisasi komoditas-komoditas strategis.

Presiden juga memperkenalkan konsep “pohon industri” yang akan diterapkan kepada semua komoditas penting, misalnya logam, mineral, ataupun komoditas kelapa, kopi, dan cokelat.

Hilirisasi Ciptakan Lapangan Kerja Generasi Muda

Menurut Presiden, hilirisasi juga menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi generasi muda Indonesia.”Saya ingin hilirisasi. That’s the only way. Kita tidak boleh ekspor bahan mentah lagi. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan-turunan produk industri yang bernilai tinggi,” ujar Presiden Prabowo dalam acara bertajuk “Presiden Prabowo Menjawab”.

Presiden kemudian mencontohkan rencana pemerintah menghilirisasi komoditas kelapa. “Kelapa saja dianggap (sebagai) miracle crop. Virgin coconut oil, itu dianggap anticancer, tetapi kita baru punya satu-dua pabrik kelapa. Selama ini kita ekspor kelapa gelondongan,” kata Presiden.

Bauksit

Kemudian, Presiden juga menyoroti hilirisasi mineral strategis, bauksit.”Kita punya bauksit. Bauksit untuk alumina diolah menjadi aluminium. Aluminium jadi mobil, tetapi kita tidak bikin processing bauksit. Jepang tidak punya bauksit, dia bikin mobil terhebat. Iya kan. This is what we have to do,” ujar Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo meyakini konsep pohon industri sebagai bagian dari kebijakan hilirisasi pemerintah perlu segera diberlakukan terhadap seluruh komoditas strategis.

“Kita harus melakukan ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri. Kita sudah map out, we have a plan actually. Pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya,” sambung Presiden.

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang