Ritual mudik Lebaran seringkali identik dengan pengeluaran yang membengkak, terutama untuk urusan bahan bakar minyak (BBM). Padahal, perjalanan jauh ke kampung halaman bisa jauh lebih ringan di kantong jika pengendara paham ‘ritme’ mesin dan seni mengemudi yang cerdas.
Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, membeberkan rahasia sederhana namun vital: efisiensi energi bukan hanya soal mesin, tapi soal perilaku. Menurutnya, sebagian besar energi kendaraan justru terbuang percuma akibat gaya mengemudi agresif, hambatan ban, hingga beban kendaraan yang overload.
Gaya Mengemudi: Musuh Utama Efisiensi
Sering tancap gas mendadak lalu mengerem keras? Hati-hati, kebiasaan ini adalah “pembunuh” saldo dompet Anda. Yannes menjelaskan bahwa akselerasi brutal dan pola stop-and-go yang tidak terantisipasi membuat mesin bekerja ekstra keras.
“Gaya mengemudi agresif bisa menurunkan efisiensi BBM hingga 15–30 persen di jalan tol. Di kemacetan padat, angkanya bahkan bisa mencapai 40 persen,” ujar Yannes saat dihubungi Antara, Kamis (12/3/2026).
Solusinya? Jaga kecepatan tetap stabil. Jika mobil Anda punya fitur cruise control, manfaatkanlah saat melaju di jalan tol. Selain itu, menurunkan sedikit kecepatan dari batas maksimal di tol ternyata memberikan efek penghematan yang sangat terasa bagi mesin.
Kesehatan Ban dan ‘Rolling Resistance’
Banyak pemudik yang abai terhadap tekanan ban. Padahal, ban kempes adalah beban tambahan bagi mesin. Yannes menyebut adanya istilah rolling resistance atau hambatan gulir.
Secara teknis, ban yang kurang angin akan mengalami perubahan bentuk (deformasi) lebih besar saat menyentuh aspal. Proses ini membuang energi dalam bentuk panas. “Tekanan ban yang kurang membuat mesin butuh energi lebih besar hanya untuk membuat kendaraan tetap bergerak,” tegasnya.
Pastikan mengecek tekanan ban saat kondisi ban masih dingin dan sesuaikan dengan rekomendasi pabrikan agar hambatan gulir ini tetap minim.
Persiapan Matang Sebelum ‘Gaspol’
Selain urusan ban, Yannes mengingatkan pentingnya servis berkala sebelum berangkat. Oli yang segar dan filter udara yang bersih memastikan mesin bernapas lega dan bekerja optimal.
Ada satu lagi yang sering dilupakan: beban bawaan. “Kurangi beban yang tidak perlu di bagasi. Hindari juga memasang roof rack dalam kondisi kosong karena itu hanya akan menambah hambatan angin yang membuat mobil terasa berat,” tambah Yannes.
Strategi Menembus Macet
Saat terjebak kemacetan parah, kuncinya adalah kesabaran dan antisipasi. Kurangi agresivitas dan jangan biarkan mesin menyala terlalu lama dalam kondisi diam jika memang macetnya total.
Dengan perencanaan rute yang matang dan waktu keberangkatan yang tepat, mudik Lebaran tahun ini tidak hanya soal melepas rindu, tapi juga soal kenyamanan dan efisiensi energi yang cerdas.













