Manajer Chelsea, Liam Rosenior, tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya setelah The Blues tumbang dengan skor telak 5-2 dari tuan rumah Paris Saint-Germain (PSG) pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Kamis (12/3/2026) dini hari WIB.
Sempat memberikan perlawanan sengit hingga pertengahan babak kedua, pertahanan Chelsea runtuh di fase akhir pertandingan akibat rentetan gol kilat raksasa Prancis tersebut.
Runtuh dalam 20 Menit Terakhir
Rosenior menilai performa anak asuhnya sebenarnya sangat kompetitif selama 75 menit pertama. Chelsea bahkan sempat menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dan hampir berbalik unggul sebelum gol Joao Pedro dianulir karena Enzo Fernandez terjebak offside.
Namun, situasi berbalik menjadi “gila” di 20 menit terakhir. Kesalahan individu dan penyelesaian klinis para pemain PSG membuat gawang Filip Jorgensen dibobol tiga kali secara beruntun.
“Performa kami hingga gol ketiga sangat bagus, tetapi hal itu tidak bisa dibicarakan sekarang karena hasil akhirnya. 20 menit terakhir sungguh gila,” ujar Liam Rosenior pasca-laga di Parc des Princes.
Gol Kelima yang Menyakitkan
Bagi Rosenior, gol kelima PSG adalah pukulan terberat. Gol tersebut secara drastis memperlebar defisit gol yang harus dikejar pada leg kedua nanti.
“Meskipun skor 4-2, kami masih memiliki peluang besar di Stamford Bridge. Jadi, gol kelima adalah yang paling menyakitkan,” tambahnya. Ia mengakui timnya gagal menjaga ketenangan saat berada di bawah tekanan hebat sang juara Eropa.
Misi Mustahil di Stamford Bridge?
Kekalahan 5-2 ini menempatkan Chelsea dalam posisi yang sangat sulit. Mereka wajib menang dengan selisih minimal tiga gol pada pertemuan kedua di London pekan depan jika ingin mengamankan tiket ke perempat final.
Meski merugikan diri sendiri, Rosenior tetap optimis bahwa keajaiban di Stamford Bridge bukanlah hal yang mustahil.











