Situasi keamanan di jalur perdagangan global kembali memanas. Sebuah kapal kargo milik Thailand, Mayuree Naree, dilaporkan menjadi sasaran serangan udara saat melintasi Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026) pagi waktu setempat.
Serangan tersebut menyebabkan kebakaran hebat di bagian buritan kapal berbobot 30.000 ton itu. Berikut adalah fakta-fakta terbaru terkait insiden penyerangan kapal di Selat Hormuz tersebut:
1. Kronologi Serangan Udara Kapal Mayuree Naree
Laksamana Muda Parach Rattanachaiphan, perwakilan resmi Angkatan Laut Thailand, mengonfirmasi bahwa insiden terjadi sesaat setelah kapal meninggalkan Pelabuhan Khalifa, Uni Emirat Arab (UEA).
“Kapal diserang dari udara saat melintasi Selat Hormuz, yang memicu kebakaran besar di bagian belakang (buritan) kapal,” jelas Rattanachaiphan dalam keterangannya kepada pers.
2. Operasi Penyelamatan oleh Angkatan Laut Oman
Segera setelah menerima sinyal darurat melalui saluran internasional, Pusat Operasi Angkatan Laut Thailand langsung berkoordinasi dengan otoritas Oman. Angkatan Laut Oman bergerak cepat melakukan misi pencarian dan penyelamatan (SAR) di lokasi kejadian.
Hingga berita ini diturunkan, total kru yang berhasil diselamatkan berjumlah 20 orang, sementara tiga lainnya masih dinyatakan hilang.
3. Penyebab Serangan Masih Misterius
Hingga saat ini, sumber serangan udara tersebut masih menjadi teka-teki. Belum ada pihak yang menyatakan bertanggung jawab atas insiden di jalur pelayaran paling strategis di dunia tersebut.
Pihak berwenang dari Thailand maupun Oman masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui apakah serangan ini berkaitan dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah baru-baru ini.
4. Dampak terhadap Jalur Pelayaran Internasional
Selat Hormuz merupakan titik nadi pengiriman minyak dan barang global. Insiden yang menimpa kapal Mayuree Naree ini diprediksi akan meningkatkan premi asuransi pelayaran dan memperketat penjagaan militer di sekitar perairan Teluk.
Kedutaan Besar Thailand di Oman terus memantau kondisi 20 kru yang selamat untuk memastikan mereka mendapatkan perawatan medis dan bantuan logistik yang diperlukan sebelum dipulangkan ke tanah air.









