Ruang Fiskal Masih Longgar untuk Bayar Utang Proyek Whoosh, Purbaya: Enggak Gede-gede Amat

Clara Medium.jpeg

Senin, 9 Maret 2026 – 22:38 WIB

Kereta cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh. (Foto: Antara/Abdan Syakura).

Kereta cepat Jakarta-Bandung alias Whoosh. (Foto: Antara/Abdan Syakura).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa menyebut negara memiliki uang yang cukup untuk membayar utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang kini bernama Kereta Whoosh. Di tengah tekanan fiskal akibat kenaikan harga minyak dunia dampak dari perang Iran.

Sebagaimana diketahui, harga minyak dunia kembali melonjak tajam pada perdagangan Senin pagi (9/3/2026). Hingga pukul 09.20 WIB, harga Brent tercatat di US$113,68 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$113,25 per barel.

Harga minyak mentah dunia yang naik menjadi US$113 per barel, jauh di atas asumsi makroekonomi yang tersemat dalam APBN 2026 sebesar US$70 per barel.

Diyakini masih ada ruang fiskal yang cukup untuk pembayaran utang Kereta Woosh ke China.  “Enggak apa-apa, kan enggak gede-gede amat,” kata Purbaya di Jakarta, Senin (9/3/2026).

Namun, Purbaya tak menyebut total utang proyek Whoosh yang harus ditanggung pemerintah Indonesia, serta rencana pembayaran cicilan ke China. Karena masih belum putus pembahasannya. “Nanti kita lihat ya gimananya. Tapi belum (belum ada pembahasan),” tutur Purbaya.

Sebelumnya, Direktur Kebijakan Publik Celios, Media Wahyudi Askar buka suara atas rencana pembayaran utang proyek Kereta Whoosh yang mengandung dugaan moral hazard. “Sementara masyarakat tidak mendapatkan manfaat yang berbanding lurus dengan biaya yang harus mereka tanggung,” ujar Media.

Menurut Media, rencana pembayaran utang proyek Kereta Whoosh akhirnya menjadi pertanggungjawaban APBN. Beban ini akan menggelayuti pemerintah Indonesia hingga nyaris 100 tahun ke depan.

Dia khawatir jika proyek serupa terus dilakukan, maka semakin banyak proyek ugal-ugalan yang dijalankan pemerintah. Ketika gagal, pemerintah akan berdalih proyek tersebut dibangun untuk masyarakat.

Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin mengungkapkan, pemerintah telah memberikan solusi yang dijamin Presiden Prabowo Subianto, terkait penyelesaian utang Kereta Whoosh. “Sudah, sudah beres kan, kan waktu itu Presiden sudah bilang. Sudah beres, sudah beres,” kata Bobby di Gedung DPR RI Jakarta, Senin (9/2/2026).

Bobby menyebut, terkait dengan tata pelaksanaannya pembayaran utang proyek Whoosh, masih dibahas dengan pemerintah dan sedang dirumuskan finalisasinya.

“Tata laksananya lagi dibicarakan dengan pemerintah, sedang dirumuskan. Pokoknya sudah beres, selesai,” ungkapnya.
 

Google

Tambahkan Inilah.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.

Tambahkan Sekarang