MD Pictures Rilis Poster dan Trailer Children of Heaven Versi Indonesia, Tayang Mei 2026

Haris_Medium_dfc3c72d48.avif

Kamis, 5 Maret 2026 – 07:20 WIB

Kisah Ikonik Children of Heaven Hadir di Indonesia. (Foto: MD Pictures)

Kisah Ikonik Children of Heaven Hadir di Indonesia. (Foto: MD Pictures)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Rumah produksi MD Pictures resmi merilis teaser poster dan trailer film Children of Heaven versi Indonesia dalam acara peluncuran di Epicentrum XXI, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Film adaptasi tersebut dijadwalkan tayang di bioskop pada 27 Mei 2026.

Film ini merupakan adaptasi dari karya sinema legendaris garapan sutradara Iran Majid Majidi, yang pertama kali dirilis pada 1997. Karya tersebut dikenal luas sebagai salah satu film paling berpengaruh dalam sejarah sinema dunia dan pernah masuk nominasi Academy Awards untuk kategori Best Foreign Language Film.

Sejak dirilis hampir tiga dekade lalu, kisah Children of Heaven telah diadaptasi ke berbagai negara. Beberapa di antaranya adalah film Singapura Homerun (2003), film India Bumm Bumm Bole (2010), serta film Tamil India Akka Kruvi (2022). Versi terbaru yang diproduksi di Indonesia tetap mempertahankan judul aslinya, namun menyesuaikan latar sosial dan budaya dengan konteks lokal.

CEO MD Entertainment, Manoj Punjabi, mengungkapkan bahwa proses mendapatkan hak adaptasi film tersebut memakan waktu cukup lama. Menurutnya, tim produksi telah mengejar proyek ini selama sekitar tujuh hingga delapan tahun sebelum akhirnya berhasil diproduksi.

“Cerita ini sudah kami kejar 7-8 tahun, akhirnya bisa jatuh ke tangan MD. Jadi saya sangat bersyukur dan hasilnya sesuai ekspektasi saya. Jarang kita puas dengan adaptasi film, karena sudah ada bench mark-nya dari film original, tapi saya bisa bilang Anda semua tidak akan kecewa dengan adaptasi Children Of Heaven ini,” ujar Manoj.

Manoj menyebut adaptasi ini menjadi tantangan tersendiri karena film aslinya sudah memiliki standar tinggi di mata penonton dunia. Namun ia optimistis hasil versi Indonesia mampu memenuhi ekspektasi publik.

Film ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo. Dalam proses kreatifnya, Hanung menegaskan bahwa pendekatan film tidak bertujuan mengeksploitasi kemiskinan sebagai dramatisasi semata. Ia justru ingin menampilkan kisah tentang martabat manusia yang tetap bertahan di tengah keterbatasan hidup.

Cerita film berpusat pada hubungan emosional dua saudara, Ali dan Zahra. Karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit, keduanya harus bergantian menggunakan satu pasang sepatu untuk berangkat ke sekolah. Premis sederhana ini menjadi inti cerita yang tetap dipertahankan dalam versi Indonesia, dengan penyesuaian latar kehidupan masyarakat lokal.

Tokoh Ali diperankan oleh aktor cilik Jared Ali yang berusia 10 tahun, sementara karakter Zahra dimainkan oleh Humaira Jahra yang baru berusia enam tahun. Selain dua pemeran utama tersebut, film ini juga dibintangi Andri Mashadi, Faradina Mufti, El Barra Varelino Sky, Oki Rengga, Muhadkly Acho, Reza Nangin, Benidictus Siregar, Didik Nini Thowok, Dodit Mulyanto, Lolox, Erick Estrada GP, Slamet Rahardjo, dan Varen Arianda.