Tunggal putri, Putri Kusuma Wardani saat melawan wakil Korsel, An Se Young pada semifinal Piala Sudirman 2025 di Xiamen Olympic Sports Center Fenghuang Gymnasium, Sabtu (3/5/2025). (Foto: PBSI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Tim bulutangkis Indonesia telah menyelesaikan program aklimatisasi selama tiga hari di Milton Keynes, Inggris. Fokus kini sepenuhnya beralih ke Birmingham yang bakal menghelat turnamen bulutangkis tertua All England pada 3-8 Maret mendatang.
Andalan tunggal putri, Putri Kusuma Wardani mengatakan sudah tidak ada kendala berarti dalam penyesuaiannya terhadap kondisi di negeri Britania ini.
“Sejauh ini alhamdulillah tidak ada kendala apapun, semua sehat. Sama seperti di Eropa pada umumnya, mungkin hari-hari awal-awal kemarin saja yang masih agak-agak penyesuaian tapi dari kemarin sampai hari ini sudah cukup baik,” kata Putri selepas latihan terakhir di National Badminton Centre.
Putri berujar, selama proses aklimatisasi yang berlangsung lebih kurang sepekan, dirinya berusaha memperbaiki pola permainannya.
“Selama di sini, latihannya lebih ke cara bermain karena sudah tahu lawannya siapa di babak pertama. Jadi pelatih lebih ke antisipasi-antisipasi dari kebagusan lawan dan apa yang harus dilakukan,” sambung Putri.
Bila tidak ada perubahan, Putri akan bersua wakil Denmark Mia Blichfeldt di babak 32 besar. Walau bukan All England pertama tapi Putri mengaku tetap excited.
Putri mengaku sangat antusias tampil di ajang Super 1000 tersebut. Mengingat turnamen semakin dekat, ia berusaha untuk fokus penuh dalam menjaga pikiran dan mental.
“Sangat excited yang pasti bisa ke All England lagi tapi tidak boleh terlalu berlebihan juga karena enggak baik. Jadi sejauh ini saya lebih menjaga pikiran dan moodnya, buat senyaman mungkin. Lalu fokus belajar juga dari kebagusan dan kelemahan lawan,” tutur Putri.
Semula, Putri sudah mengungkap target yang diusungnya pada kejuaraan bergengsi All England 2026 mendatang.
Sebagai satu-satunya wakil Indonesia untuk nomor tunggal putri, Putri memikul beban cukup berat. Namun, dia optimis bisa meraih hasil maksimal atau paling tidak mampu menembus babak delapan besar ajang BWF Super 1000 tersebut.
“Untuk target aku, bisa masuk delapan besar dulu aja,” kata Putri kepada awak media di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, dikutip Selasa (24/2/2026).
Putri tak menampik statusnya sebagai satu-satunya wakil Indonesia di sektor tunggal putri menghadirkan tekanan tersendiri.
Meski demikian, ia berupaya tak larut dalam beban tersebut dan memilih menjadikannya sebagai motivasi. Apalagi, ia meyakini penampilannya di All England 2026 mungkin akan membawa dampak positif bagi para junior di Pelatnas.














