Jam Macet Jakarta Selama Ramadan tidak Lagi Malam, tapi Sore

Nebby Medium.jpeg

Kamis, 19 Februari 2026 – 17:14 WIB

Kendaraan bermotor terjebak kemacetan lalu lintas di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta, Senin (4/8/2025). (Foto Ilustrasi: Antara/Sulthony Hasanuddin)

Kendaraan bermotor terjebak kemacetan lalu lintas di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta, Senin (4/8/2025). (Foto Ilustrasi: Antara/Sulthony Hasanuddin)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan terjadi pergeseran jam kemacetan di Ibu Kota selama Ramadan. Menurutnya, kepadatan lalu lintas yang biasanya muncul pada malam hari kini bergeser ke sore, terutama karena aktivitas warga membeli takjil untuk berbuka puasa.

“Memang kami sudah berkoordinasi dengan kepolisian, dengan Polda Metro Jaya untuk mengatur itu. Terutama dari jam-jam sore ketika mau berbuka puasa,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Selain pergeseran sore hari, Pramono Anung juga menyebut adanya perubahan jam sibuk pagi. Sebelumnya, kepadatan lalu lintas terjadi sejak pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, namun selama Ramadan, puncak kemacetan pagi cenderung mundur.

“Dan pagi ada pergeseran kalau dulu jam 06.00, jam 07.00 orang-orang sudah mulai padat sekarang ini jam 08.00, jam 09.00, dan seterusnya,” ujarnya.

Pramono menambahkan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta diminta menyiapkan langkah antisipasi untuk mengurai kepadatan, terutama di lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat penjualan takjil dadakan.

“Dan kami berkoordinasi, kemarin saya sudah meminta juga kepada dinas perhubungan untuk mempersiapkan ini. Karena ini kan hal yang sudah rutin yang dijalani,” imbuhnya.

Senada, Kabag Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Robby Hefados mengatakan pergeseran jam macet pagi dipengaruhi kebijakan WFA (work from anywhere) dan jam masuk kantor yang lebih siang. Ia memprediksi puncak kemacetan pagi terjadi pukul 09.00–10.00 WIB.

“Tentunya, dengan kebijakan pemerintah yang melaksanakan kegiatan WFA, termasuk juga kegiatan perkantoran yang dimulai lebih siang, sehingga kemungkinan pergerakan masyarakat lalu lintas itu mungkin kalau di pagi hari antara jam 9 sampai dengan 10,” kata Robby kepada wartawan, Rabu (18/2).

Sementara itu, kemacetan sore bergeser karena waktu pulang kantor yang lebih cepat dan warga yang ingin berbuka puasa bersama keluarga. Menurut Robby, kepadatan lalu lintas sore diperkirakan terjadi mulai pukul 14.00 hingga 15.00 WIB, terutama ke arah Bekasi dan wilayah Jakarta Selatan.

“Untuk sore hari, kemungkinan besar karena masyarakat kita banyak yang ingin berbuka puasa bersama keluarga maupun famili, kemungkinan besar di jam 2 maupun jam 3 sore sudah mengalami peningkatan kendaraan yang mengarah ke Bekasi maupun ke daerah selatan,” ujarnya.