Kondisi Rempang Sudah Aman dan Damai, Mentrans Iftitah Jadikan Pilot Project Transmigrasi Modern

Iwan Medium.jpeg

Selasa, 17 Februari 2026 – 20:21 WIB

Menteri Transmigrasi. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara hadiri perayaan Hari Imlek 2557/2026 di Batam, Kepulauan Riau, Senin (16/2/2026). (Foto: ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas).

Menteri Transmigrasi. Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara hadiri perayaan Hari Imlek 2557/2026 di Batam, Kepulauan Riau, Senin (16/2/2026). (Foto: ANTARA/Muhammad Baqir Idrus Alatas).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Masih ingat konflik di Pulau Rempang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) yang pecah pada September 2023, dipicu perampasan lahan warga. Kini, mulai kondusif. 

Menteri Transmigrasi (Mentrans), Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, situasi Pulau Rempang, cenderung aman dan damai. “Selama satu tahun terakhir ini, situasinya cenderung damai, peaceful, Sehingga menghadirkan iklim investasi yang juga cukup nyaman untuk semuanya. Itu yang nanti akan kami terus bangun,” ujar Mentrans Iftitah usai perayaan Imlek 2557/2026 di Batam, dikutip Selasa (17/2/2026).

Sebelumnya, Pulau Rempang telah ditetapkan menjadi salah satu dari tiga pilot project baru oleh Kementerian Transmigrasi, guna memperkuat kawasan transmigrasi berbasis pendampingan modern dan pengembangan potensi lokal berkelanjutan.

Mentrans Iftitah menegaskan, tantangan utama pembangunan adalah keterbatasan anggaran, sehingga diperlukan fokus pada lokasi prioritas agar hasil pembangunan benar-benar tuntas dan memberikan dampak signifikan bagi masyarakat.

Selain infrastruktur jalan, berbagai fasilitas esensial seperti pendidikan, kesehatan, pasar, pemakaman, ruang hiburan, hingga pusat interaksi budaya akan disiapkan guna membentuk kawasan transmigrasi yang lengkap dan menarik.

Mentrans Iftitah menjelaskan perubahan paradigma pembangunan transmigrasi, yaitu bukan lagi sekadar memindahkan masyarakat tetapi menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi yang mampu menarik aktivitas dan peluang usaha baru.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga melaporkan bahwa ada 16 kapal yang sudah diberikan kepada masyarakat Rempang.

“Ada 16 kapal nelayan yang sudah kami berikan kepada masyarakat dan harapannya mereka tidak hanya sekadar pindah ke tempat yang baru, tapi juga ada pekerjaan yang terus menghasilkan pendapatan untuk kesejahteraan mereka,” ungkap Mentrans Iftitah.