Sekjen PBB Antonio Guterres mengajak dunia meneladani pesan abadi Ramadan untuk akhiri konflik di Gaza, Sudan, dan Yaman demi martabat umat manusia. (Foto: Inilah.com/AI)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Di tengah api konflik yang masih berkobar di berbagai belahan dunia, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengirimkan pesan menyentuh menyambut Bulan Suci Ramadan. Ia mengajak masyarakat internasional menjadikan momentum ini sebagai titik balik untuk merajut perdamaian global.
Dalam pesan resminya yang dirilis pada Senin (16/2/2026), Guterres menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar ritual ibadah, melainkan simbol harapan bagi kemanusiaan.
“Semoga Bulan Suci ini menginspirasi kita untuk bekerja sama membangun dunia yang lebih damai, dermawan, dan adil bagi seluruh umat manusia,” ujar Guterres melalui laman resmi PBB.
Ramadan di Tengah Luka Dunia
Bagi Guterres, tujuan mulia Ramadan tentang kedamaian saat ini terasa kontras dengan realitas di lapangan. Ia menyoroti penderitaan mendalam yang masih menyelimuti umat manusia di berbagai titik panas dunia.
Dari Gaza yang luluh lantak, krisis kelaparan di Sudan, hingga ketidakpastian di Afghanistan dan Yaman, jutaan orang masih harus menjalani ibadah di bawah bayang-bayang diskriminasi dan pengungsian.
“Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut masih menderita karena konflik, kelaparan, dan pengungsian. Di tengah masa sulit dan terpecah ini, marilah kita meneladani kembali pesan abadi Ramadhan,” cetusnya.
Solidaritas Tanpa Batas
Guterres dikenal sebagai pemimpin dunia yang memiliki kedekatan emosional dengan komunitas Muslim. Dalam catatan kunjungannya, ia kerap melakukan ‘kunjungan solidaritas’ saat Ramadan, bahkan ikut menjalankan ibadah puasa sebagai bentuk penghormatan.
Kali ini, ia kembali menyerukan pentingnya menjembatani perbedaan demi melindungi harkat dan martabat manusia. Ia mendesak dunia untuk:
- Menghadirkan bantuan nyata bagi mereka yang menderita.
- Menjaga hak asasi dan martabat setiap individu tanpa kecuali.
- Mengakhiri perpecahan yang hanya memperpanjang penderitaan warga sipil.
“Mari kita gunakan semangat bulan suci ini untuk menghadirkan bantuan dan harapan kepada mereka yang sangat membutuhkan,” tutupnya.














