Direktur Utama Agung Sedayu Group (ASG), Nono Sampono saat membuka dialog dengan pimpinan dan anggota Komisi VII DPR RI di kawasan PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026). (Dok. Rizky Rizally/Inilah.com)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Direktur Utama Agung Sedayu Group (ASG), Nono Sampono, menyatakan pihaknya siap menampung aspirasi Komisi VII DPR RI agar kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dikembangkan menjadi destinasi wisata yang inklusif.
Hal ini disampaikan Nono merespons Kunjungan Kerja (Kunker) Spesifik Komisi VII DPR RI di Menara Syariah, PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (5/2/2026).
Nono menegaskan, keberadaan PIK 2 tidak semata-mata berorientasi pada kepentingan bisnis properti, tetapi juga berkomitmen memberikan manfaat bagi masyarakat luas, termasuk sektor UMKM dan ekonomi kreatif.
“Masukan dari Dewan kami tampung sebagai bahan evaluasi ke depan. Terutama hal-hal yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM, ekonomi kreatif, dan pariwisata agar manfaatnya dirasakan masyarakat luas,” kata Nono kepada awak media.
Akses Terbuka untuk Publik
Terkait isu inklusivitas, Nono menepis anggapan bahwa PIK 2 adalah kawasan tertutup atau eksklusif. Meski mengakui bahwa setiap kawasan properti hunian memiliki batas pengamanan (pagar) demi privasi penghuni, ia memastikan akses publik ke area wisata tetap dibuka seluas-luasnya.
“Setiap kawasan perumahan pasti ada pagarnya, itu standar. Namun, prinsipnya kami memastikan publik tetap memiliki akses masuk untuk menikmati kawasan ini,” jelasnya.
Nono mencontohkan sejumlah destinasi populer seperti Pantai Aloha dan Pantai Pasir Putih yang dapat diakses masyarakat secara gratis untuk berwisata maupun berolahraga.
“Misalnya mereka mau berkunjung ke Pasir Putih, itu tempat terbuka. Tidak bayar. Mau olahraga di sini juga silakan,” tegas Nono.
Prioritas Keamanan dan Ketertiban
Kendati terbuka untuk umum, Nono menekankan bahwa manajemen tetap menerapkan standar keamanan dan ketertiban yang ketat. Hal ini dilakukan demi menjaga kenyamanan bersama, baik bagi penghuni, pekerja, maupun pengunjung.
“Kawasan ini betul-betul kami jaga keamanan dan kenyamanannya. Bisa dilihat lalu lintas di sini sangat tertib. Orang-orang sangat disiplin, antre, dan tidak ada yang buang sampah sembarangan,” ujarnya.
Menurut Nono, kedisiplinan dan keteraturan inilah yang menjadi nilai tambah (value) PIK 2 sebagai kawasan wisata urban modern.














