Cara Pramono Atasi Banjir-Macet Daan Mogot dengan Flyover Sepanjang 2 KM

Ivan Medium.jpeg

Selasa, 3 Februari 2026 – 12:41 WIB

Kendaraan bermotor menerobos banjir di ruas Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Foto:Antara/Sulthony Hasanuddin)

Kendaraan bermotor menerobos banjir di ruas Jalan Daan Mogot, Jakarta, Kamis (29/1/2026). (Foto:Antara/Sulthony Hasanuddin)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tengah serius merancang skema pembangunan flyover di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, untuk mengatasi banjir sekaligus kemacetan yang terjadi di wilayah itu.

Flyover sepanjang 2 kilometer itu rencananya jadi bagian rencana jangka panjang Pemprov DKI Jakarta menghapus Daan Mogot dari salah satu titik banjir Jakarta.

“Daan Mogot Km 13 ini selalu banjir karena jalannya di bawah permukaan Sungai Mookervart. Curah hujan tidak perlu tinggi, 100 milimeter saja pasti banjir,” kata Pramono saat meninjau pembangunan pompa di Daan Mogot, Jakarta Barat, Selasa (3/2/2026).

Pramono telah meminta Dinas Bina Marga DKI Jakarta menghitung ulang rencana pembangunan flyover tersebut.”Saya minta Dinas Bina Marga segera menghitung kembali flyover di tempat ini. Karena memang harus ada penyelesaian jangka menengah dan panjang,” ujarnya.

Ia menargetkan penanganan banjir di kawasan Daan Mogot dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2027, baik melalui pembangunan rumah pompa maupun opsi flyover sebagai solusi jangka panjang.

Solusi Jangka Pendek

Untuk penanganan jangka pendek, Pemprov DKI akan memasang tiga pompa stasioner di Km 13, Km 13A, dan Km 13B. Sebelumnya, kawasan ini hanya mengandalkan pompa mobile dengan kapasitas sekitar 1.000 liter per detik.

“Sekarang dengan pompa stasioner, kapasitasnya menjadi sekitar tujuh kali lipat, kurang lebih 7.000 liter per detik,” ujarnya.

Pramono berharap pemasangan pompa tersebut dapat mengurangi genangan yang selama ini kerap terjadi di Daan Mogot. Selain itu, ia memastikan proyek penanganan banjir yang mangkrak sejak 2022 akan segera diselesaikan.

“Ini memang sudah menjadi tugas saya untuk menyelesaikan yang tidak selesai-selesai. Mudah-mudahan tahun 2027 seluruh penanganan di sini bisa rampung,” ucapnya.

Selain pompa, Pemprov DKI tetap melanjutkan normalisasi sejumlah sungai, seperti Sungai Ciliwung, Cakung Lama, dan Krukut. Pramono menyebutkan pembebasan lahan yang tersisa akan diselesaikan bersama Kementerian ATR/BPN dalam waktu dekat.