Prabowo Serius Penjarakan Bos dan Eks Pimpinan BUMN Nakal: Lu Jangan Nantang Gue!

Vonita Medium.jpeg

Senin, 2 Februari 2026 – 13:23 WIB

Presiden Prabowo Subianto saat sambutan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita).

Presiden Prabowo Subianto saat sambutan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (Foto: Inilah.com/Vonita).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Presiden Prabowo Subianto melempar peringatan keras kepada jajaran pimpinan BUMN. Ia meminta para direksi tak main-main dengan praktik korupsi yang bisa berujung kerugian negara. Aparat penegak hukum, kata Prabowo, sudah bersiap menindak siapa pun yang melanggar.

“Saya katakan, pimpinan BUMN yang dulu harus tanggung jawab, jangan enak-enak kau. Siap-siap kau dipanggil Kejaksaan,” kata Prabowo saat sambutan dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2/2026).

Ia menegaskan tak akan setengah-setengah dalam penegakan hukum. Pesan itu, kata Prabowo, harus ditangkap serius bukan dianggap angin lalu.

“Kan mereka ngejek, Prabowo hanya bisa ngomong di podium saja. Oh ya? Tunggu saja panggilan. Lu jangan nantang gue,” ujarnya.

Prabowo lalu mengajak semua pejabat menghentikan kebiasaan korupsi. Ia mengingatkan dampaknya bukan cuma ke diri sendiri, tapi juga ke keluarga.

“Saya paling kasihan kalau saya lihat tokoh atau kawan diborgol, pakai baju oranye, kasihan anak istrinya, sudah lah,” ucapnya.

Prabowo mengingatkan, jauh lebih baik mengisi sisa hidup dengan hal-hal baik yang bermanfaat bagi banyak orang.

“Sudahlah, kita semua sebentar lagi dipanggil. Kalau dipanggil enggak sesuai nomor urut, senioritas. Belum tentu aku duluan. Bisa-bisa yang muda-muda. Jadi lebih baik berbuat kebaikan, lebih mulia,” paparnya.

Prabowo juga menyinggung pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Ia menyebut lembaga ini dibentuk untuk mengamankan sekaligus menyelamatkan kekayaan negara. “Saya himpun semua kekuatan milik negara dalam satu pengelolaan,” ungkapnya.

Ia mengungkap nilai aset negara yang dikelola BUMN nyaris menyentuh USD 1 triliun. Namun sebelum Danantara lahir, aset tersebut tercecer dan dikelola lebih dari seribu perusahaan pelat merah. “Bayangkan siapa yang bisa manage seribu perusahaan? Ini akal-akalan,” tuturnya.