BEI Putuskan Stop Perdagangan 2 Hari karena IHSG Rontok, Purbaya Masih Percaya Bakal Tembus 10.000

Clara Medium.jpeg

Kamis, 29 Januari 2026 – 13:15 WIB

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia/aa).

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: ANTARA/Imamatul Silfia/aa).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa masih menyimpan kepercayaan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang merosot 8 persen, bakal segera pulih. Dan segera meroket ke level 10.000.

Saat ini, IHSG terjungkal hingga 8 persen, membuat pelaku pasar semakin ketar-ketir. Agar IHSG tak terus merosot, Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan untuk menghentikan sementara perdagangan saham di lantai bursa, alias trading halt.

Sesuai aturan, trading halt dilakukan jika IHSG ‘ndelosor; hingga melebihi 8 persen.  Ambang batas sebelumnya adalah 5 persen.

Kembali ke Purbaya, dia mengaku masih sangat optimistis bahwa IHSG bakal mengalami pembalikan alias rebound dalam waktu cepat. Selanjutnya, IHSG terus menguat hingga ke level 10.000 di akhir tahun ini. Keyakinan ini ditopang fondasi ekonomi Indonesia yang cukup kuat.

“Kan akhir tahun kan? Jangan takut. Kan saya Menteri Keuangannya. Kita masih optimistis ke 10.000. nggak usah takut,” ujar Purbaya di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Purbaya mengatakan, anjloknya IHSG dalam dua hari ini (Rabu dan Kamis) hingga diputus trading halt, dipicu kebijakan Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Dia pun kembali menyinggung terkait saham-saham gorengan yang kemungkinan terendus indeks MSCI. “Ini kan MSCI masukkan ke suatu indeks yang disebut MSCI indeks. Saham itu bisa masuk apa enggak. Kalau bagus masuk, tapi yang gorengan itu terpaksa dimasukkan, tapi MSCI curiga. Itu saham gorengan yang mereka minta lebih transparan saja perhitungannya,” katanya.

Lebih lanjut, Purbaya mengatakan bahwa pelemahan IHSG hanya sementara. Dia pun mengatakan agar Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) segera mengambil langkah.

“Ini jelas shock sementara, karena fundamental kita enggak ada masalah. Kalau yang jatuh bursa saham-saham goreng, kan saya sudah ingatkan dari dulu. Bersihkan bursa dari saham gorengan,” jelasnya.

Sebagai informasi, IHSG anjlok setelah MSCI memutuskan menghentikan sementara sejumlah perubahan indeks yang melibatkan emiten Indonesia.

Asal tahu saja, MSCI merupakan perusahaan riset investasi dan penyedia indeks saham global, data, serta alat analisis portofolio terkemuka yang bermarkas di New York.

Lembaga ini begitu disegani regulator pasar modal di dunia, karena menjadi rujukan utama bagi investor institusional (benchmark). Khususnya dalam mengukur kinerja pasar saham suatu negara, termasuk MSCI Emerging Markets Index dan World Index.

Nah, MSCI ini berencana menetapkan sejumlah perubahan terhadap reviu indeks saham-saham di Indonesia, pada Februari 2026. Perubahan pertama, pembekuan seluruh kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan Number of Shares (NOS).

Kedua, pembekuan penambahan konstituen ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI). Ketiga, pembekuan perpindahan naik antar–indeks segmen ukuran, termasuk dari Small Cap ke Standard.

Dalam pengumumannya, MSCI menyebut ketetapan ini dilakukan untuk mengurangi index turnover dan risiko kelayakan investasi (investability). Ketetapan ini juga sekaligus memberi waktu bagi otoritas pasar untuk menghadirkan perbaikan transparansi.

Apabila tidak ada perbaikan hingga Mei 2026, MSCI akan mengevaluasi kembali status akses pasar Indonesia. Langkah ini dilakukan dengan memperhatikan penurunan bobot dalam Indeks Pasar Emergen MSCI untuk semua sekuritas Indonesia, dan potensi klasifikasi Indonesia turun kasta dari status Emerging Market ke Frontier Market.