BMW ‘Cuci Gudang’ di China: Pangkas Harga Gila-gilaan Demi Lawan Serbuan Mobil Lokal

Ikhsan Medium.jpeg

Minggu, 4 Januari 2026 – 02:00 WIB

Diler BMW di Shanghai, China. (Foto: Bloomberg)

Diler BMW di Shanghai, China. (Foto: Bloomberg)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Raksasa otomotif Jerman, BMW, akhirnya menyerah pada keadaan di pasar China. Menghadapi kepungan produsen mobil listrik lokal yang kian agresif, BMW China resmi mengumumkan pemangkasan harga ritel besar-besaran untuk lebih dari 30 model utamanya, efektif mulai 1 Januari 2026.

Langkah ini bukan sekadar diskon biasa, melainkan strategi bertahan hidup. Melansir CarNewsChina, Sabtu (3/1/2026), penyesuaian harga ini menyasar hampir seluruh lini, mulai dari sedan mewah kelas atas hingga SUV listrik entry-level. Rata-rata, model kendaraan BMW mengalami penurunan harga di atas 10 persen.

Diskon hingga Rp700 Juta

Penurunan harga yang paling mencolok terlihat pada segmen elektrik premium. Tengok saja BMW i7 M70L; sedan listrik termewah ini harganya dipangkas 301 ribu yuan atau setara Rp718,8 juta. Kini, konsumen di Negeri Tirai Bambu bisa memboyong mobil tersebut dengan harga sekitar Rp3,8 miliar dari harga semula Rp4,5 miliar.

Namun, kejutan terbesar ada pada SUV listrik BMW iX1 eDrive25L yang harganya ‘terjun bebas’ sebesar 24 persen. Mobil ini sekarang dibanderol 228 ribu yuan (sekitar Rp544,5 juta), turun drastis dari harga awal Rp716,2 juta.

Bahkan, sedan eksekutif legendaris Seri 7 pun tak luput dari koreksi harga. Varian BMW 735Li kini dijual mulai Rp1,9 miliar, menyusut signifikan dari angka Rp2,19 miliar. Sementara varian 740Li Advanced kini bisa dipinang dengan mahar Rp2,2 miliar dari harga lama Rp2,5 miliar.

Strategi ‘In China, For China’

BMW secara halus menyebut manuver ini sebagai ‘peningkatan nilai secara sistematis’. Lewat strategi bertajuk ‘In China, For China’, produsen asal Bavaria ini berupaya meruntuhkan hambatan harga agar merek mereka lebih mudah diakses oleh kelas menengah China.

Sebelum kebijakan ini berlaku, hanya ada tiga model BMW yang dibanderol di bawah Rp700 jutaan. Kini, jumlahnya membengkak menjadi sepuluh model. BMW termurah di China saat ini adalah tipe 225L M Sport yang dilego seharga Rp496,7 juta, harga yang sangat kompetitif dan bersinggungan langsung dengan harga SUV buatan pabrikan lokal China.

Perang Harga yang tak Terhindarkan

Realitas di lapangan memang pahit bagi merek Eropa. Ketatnya persaingan dengan produsen lokal seperti BYD hingga Xiaomi memaksa trio raksasa Jerman —Mercedes-Benz, BMW, dan Audi— menjual unit mereka jauh di bawah harga eceran resmi.

Dengan turunnya harga rekomendasi pabrikan ini, harga jual aktual di diler diprediksi akan semakin ‘tiarap’.

Langkah BMW ini menjadi sinyal kuat bahwa merek prestisius pun harus rela memangkas margin demi menjaga dominasi di pasar otomotif terbesar di dunia tersebut.