Spalletti Akui Juventus Belum Maksimal Meski Kalahkan Pisa 2-0

Ibnu Medium.jpeg

Minggu, 28 Desember 2025 – 07:39 WIB

Pelatih kepala dan manajer Juventus FC, Luciano Spalletti, bereaksi selama pertandingan Serie A antara Pisa SC dan Juventus FC di Arena Garibaldi pada 27 Desember 2025 di Pisa, Italia. (Foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)

Pelatih kepala dan manajer Juventus FC, Luciano Spalletti, bereaksi selama pertandingan Serie A antara Pisa SC dan Juventus FC di Arena Garibaldi pada 27 Desember 2025 di Pisa, Italia. (Foto: Gabriele Maltinti/Getty Images)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Juventus pulang dari markas Pisa dengan tiga poin penting, tetapi pelatih Luciano Spalletti menegaskan bahwa kemenangan tersebut belum cukup untuk membuat timnya berpuas diri. Menurut Spalletti, Juventus memang memiliki kualitas sebagai tim kuat, namun kekuatan itu harus dibuktikan di setiap pertandingan.

Juventus menang 2-0 atas Pisa dalam lanjutan Liga Italia 2025/2026 di Stadion Arena Garibaldi, Minggu (28/12) dini hari WIB. Dua gol Bianconeri lahir di babak kedua melalui Pierre Kalulu pada menit ke-73 dan Kenan Yildiz pada masa tambahan waktu. Hasil ini memperpanjang tren positif Juventus yang kini mencatat tujuh kemenangan dari delapan laga terakhir di semua kompetisi.

Meski menang, Spalletti mengakui performa anak asuhnya jauh dari kata sempurna, terutama pada babak pertama. Juventus beberapa kali berada dalam tekanan dan beruntung tidak kebobolan, termasuk ketika Pisa dua kali mengenai tiang gawang lewat Stefano Moreo dan Matteo Tramoni.

“Tempo kami lambat. Enam sampai tujuh menit terakhir babak pertama dan awal babak kedua sangat buruk. Pisa bermain dengan intensitas tinggi dan kami kesulitan mengimbanginya,” kata Spalletti seusai laga.

Pelatih berusia 66 tahun itu menyebut perubahan di babak kedua menjadi titik balik Juventus. Masuknya Edon Zhegrova dan Jonathan David memberi variasi serangan yang lebih hidup. Zhegrova dinilai mampu membuka ruang dan memaksa pertahanan Pisa keluar dari posisinya, sementara David berperan dalam proses gol kedua lewat umpan jarak dekat kepada Yildiz.

“Kami punya kualitas lebih di babak kedua. Saat itu gol terasa pantas karena kami mulai menciptakan ruang di kotak penalti,” ujar Spalletti. Meski demikian, ia menekankan Juventus seharusnya bisa tampil lebih konsisten sejak awal laga.

Spalletti juga memberi catatan khusus soal fleksibilitas taktik yang diterapkannya, termasuk mengembalikan Teun Koopmeiners ke posisi gelandang setelah sempat bermain di lini belakang. Menurutnya, perubahan-perubahan ini masih membutuhkan waktu agar para pemain benar-benar menyatu.

“Kami tim kuat, tapi masalahnya adalah kami harus membuktikannya setiap kali turun ke lapangan. Hari ini kami terlalu banyak berada di bawah standar, terutama di babak pertama,” tegasnya.

Kemenangan atas Pisa membuat Juventus tetap berada di papan atas klasemen dan menjaga jarak dengan para pesaing dalam perburuan Scudetto. Namun Spalletti menegaskan fokus timnya bukan sekadar hasil, melainkan konsistensi performa.

“Kalau ingin benar-benar bersaing di level tertinggi, kami harus lebih berani, lebih rapi, dan lebih klinis. Itu tuntutan bagi tim seperti Juventus,” tutup Spalletti.