Remaja Portugal Kompak Kurangi Penggunaan Medsos, Detoks Digital Jadi Tren Utama

Ikhsan Medium.jpeg

Minggu, 14 Desember 2025 – 21:41 WIB

Kompak mengurangi penggunaan media sosial, banyak remaja yang kini memilih menghabiskan hari libur mereka di toko-toko buku. (Foto: The New Mexican/Jim Weber)

Kompak mengurangi penggunaan media sosial, banyak remaja yang kini memilih menghabiskan hari libur mereka di toko-toko buku. (Foto: The New Mexican/Jim Weber)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Fenomena menarik sekaligus mengejutkan tengah terjadi di Portugal. Kalangan remaja di negara semenanjung Iberia itu secara signifikan mengurangi penggunaan media sosial (medsos) mereka. Tren ini bukan sekadar fluktuasi jangka pendek, melainkan mencerminkan pergeseran mendalam menuju kesadaran digital yang lebih tinggi dan sehat.

Data terbaru dari firma riset pasar terkemuka Portugal, Marktest, menunjukkan bukti nyata. Proporsi kalangan muda yang aktif menggunakan medsos telah merosot tajam hingga 22 persen dalam dua tahun terakhir. Tak hanya remaja, populasi umum pun mengalami tren serupa, dengan rata-rata durasi harian yang dihabiskan untuk scrolling di platform daring turun sekitar 13 persen dalam setahun terakhir.

Institut Statistik Nasional Portugal (INE) turut memperkuat temuan ini. Data yang dirilis pada Jumat (12/12/2025) menunjukkan, saat ini hanya 79 persen penduduk Portugal yang menggunakan medsos, angka terendah yang tercatat sejak tahun 2017.

Melawan Kecemasan dan FOMO

Para peneliti melihat tren di Portugal ini konsisten dengan perkembangan yang mulai diamati di negara-negara maju lainnya. Ini adalah sinyal kuat adanya kejenuhan kolektif, di mana pengguna secara sadar menilai ulang peran platform daring dalam kehidupan mereka sehari-hari.

Patricia Dias, seorang assistant professor dari Fakultas Humaniora Universitas Katolik Portugal (UCP), menjelaskan bahwa penurunan di kalangan anak muda adalah upaya sadar untuk membentuk kebiasaan digital yang lebih sehat, jauh dari reaksi jangka pendek.

Berdasarkan penelitiannya mengenai pemutusan koneksi digital di kalangan remaja Portugal, Dias menemukan bahwa banyak remaja kini mengambil keputusan yang disengaja dan berkelanjutan. Mereka merasa bahwa manfaat yang didapat dari medsos tidak lagi sepadan dengan komitmen waktu dan, yang terpenting, tekanan psikologis yang harus ditanggung.

“Pengguna berusia muda sering melaporkan mengalami kecemasan, perilaku mengecek secara kompulsif, dan tekanan sosial, terutama rasa takut tertinggal (fear of missing out/FOMO),” jelas Dias, yang menyebut faktor-faktor inilah yang mendorong mereka untuk menetapkan batasan ketat pada aktivitas daring mereka, bahkan melakukan ‘detoks digital’ atau memutus koneksi sementara.

Regulasi Diri dan Keseimbangan Digital

Dias menekankan bahwa perilaku mengurangi medsos ini adalah representasi dari proses regulasi diri yang matang. Generasi muda mulai menyadari pentingnya melindungi aset paling berharga mereka: perhatian dan kesejahteraan mental.

“Yang kita amati adalah meningkatnya kesadaran di kalangan generasi muda akan pentingnya melindungi perhatian dan kesejahteraan mereka, serta mengembangkan pola interaksi daring yang lebih seimbang dan berkelanjutan,” ujarnya.

Meskipun angka penggunaan menurun drastis, para analis meyakini bahwa tren ini tidak akan menghilangkan platform medsos sepenuhnya. Sebaliknya, yang terjadi adalah pergeseran pola penggunaan menuju interaksi yang lebih selektif, intensional, dan sadar.

Portugal kini memimpin gelombang baru pengguna digital yang memprioritaskan kesehatan mental di atas konektivitas yang serba cepat.

Topik
Komentar