Dinas Lingkungan Jabar Gandeng Pertamina Sulap Limbah Ternak Jadi Pupuk Organik

Aktivitas pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik dengan metode vermikompos di Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: Humas Jabar)

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat bersama PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Aviation Fuel Teriminal (AFT) Husein Sastranegara menggelar kegiatan penguatan kapasitas pengolahan limbah peternakan menjadi pupuk organik melalui metode vermikompos.

Kegiatan yang dilaksanakan di Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat ini melibatkan dua kelompok binaan Corporate Social Responsibility (CSR) AFT Husein Sastranegara yaitu Kelompok Pupuk Organik Motekar dan Koperasi Buana Walatra Sejahtera serta Komunitas Agro Preanger sebagai lokasi pembelajaran dan praktik langsung.

Kelompok binaan CSR AFT Husein Sastranegara yang awalnya memproduksi pupuk organik berbahan dasar kotoran sapi (pupuk kohe) kini menghadirkan vermikompos dengan kandungan hara lebih lengkap dan daya serap lebih baik, sehingga peluang pasarnya makin luas.

Seluruh produk telah diuji di Laboratorium Kimia Tanah dan Nutrisi Tanaman Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk memastikan kualitas. Melalui studi banding dan pendampingan teknis, kelompok binaan semakin siap mengembangkan usaha pupuk organik secara profesional dan berkelanjutan.

Kepala DLH Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih menilai kegiatan ini sebagai langkah strategis yang tidak hanya mendorong penerapan circular economy, tetapi juga menjadi upaya nyata dalam mencegah pencemaran lingkungan, khususnya pencemaran badan air akibat limbah peternakan sapi.

“Limbah kotoran sapi yang tidak dikelola dengan baik berpotensi masuk ke saluran air dan sungai, menurunkan kualitas air, serta mengganggu ekosistem,” kata Ai dikutip Kamis (11/12/2025).

“Melalui pengolahan berbasis vermikompos ini, limbah tersebut justru diubah menjadi sumber daya yang bermanfaat,” imbuhnya.

Jr SPV Receiving, Storage & Distribution AFT Husein Sastranegara, Aulya Apta mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas kelompok binaan agar mampu melakukan produksi pupuk organik dari kotoran sapi secara mandiri dan berkelanjutan.

“Selama ini kotoran sapi sering dianggap sebagai limbah semata. Melalui kegiatan ini, kami mendorong kelompok binaan agar mampu mengolahnya menjadi produk bernilai ekonomi, yaitu pupuk organik vermikompos yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian sekaligus menjadi sumber penghasilan tambahan,” papar Aulya.

Area Manager Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria menyampaikan bahwa pengembangan pupuk organik dari limbah peternakan turut memperkuat pemberdayaan masyarakat dan praktik lingkungan berkelanjutan.

“Pengolahan limbah menjadi pupuk organik menjadi peluang bagi kelompok binaan untuk meningkatkan nilai ekonomi dan kemandirian usaha. Kami berharap inisiatif ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.” ujar Satria.

Kegiatan penguatan kapasitas pengolahan limbah peternakan ini secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 13 tentang penanganan perubahan iklim, melalui pengurangan emisi dan penerapan pengelolaan limbah berbasis circular economy yang lebih ramah lingkungan.