Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam diskusi bertajuk ‘Dari Infrastruktur ke Inklusivitas: Jalan Menuju Ekonomi 8 persen’ di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).(Foto: inilah.com/Diana Rizky)
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengaku sempat mempertanyakan urgensi pembangunan kereta cepat.
Hal ini AHY sampaikan saat memaparkan materi dalam kegiatan diskusi bertajuk ‘Dari Infrastruktur ke Inklusivitas: Jalan Menuju Ekonomi 8 persen’.
“Ada yang ramai kan kereta cepat, perlu kereta cepat atau tidak? Kira-kira Jakarta-Surabaya tiga jam perlu enggak?,” tanya AHY di Graha CIMB Niaga, Jakarta Selatan, Selasa (9/12/2025).
Hal ini sontak dijawab oleh peserta diskusi dengan beragam jawaban. Setelahnya, AHY justru menyatakan pesawat antar pulau nampaknya lebih dibutuhkan oleh masyarakat.
“Yang penting dibikin roadmapnya, blueprint dan harus prudent financing-nya,” tegasnya.
Ia lantas menyinggung bahwa pemerintah saat ini sedang berupaya merestrukturisasi keuangan Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) alias Whoosh, agar tidak meninggalkan masalah yang berkepanjangan.
“Karena kita ingin mengembangkan lebih jauh lagi. Tapi bukan hanya kereta cepat, kita harus mengembangkan kereta logistik barang termasuk manusia yang agak cepat atau semi cepat. Ini juga penting, karena tidak semua bisa atau harus menggunakan kereta cepat,” lanjutnya.
Selain itu, infrastruktur yang tidak kalah vital, kata AHY yakni pengembangan trans Sumatera, trans Kalimantan, dan trans Sulawesi railway.
“Ini penting agar batubara, komoditas palm oil semua bisa naik kereta, mengurangi beban di jalan raya,” pungkasnya.











