Foto udara sampah dari kayu gelondongan yang hanyut di danau Singkarak di Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025). Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di sepanjang jalur banjir bandang beberapa hari terakhir. (Foto: Antara Foto/Wawan Kurniawan/Lmo/nz).
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com
Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat sebanyak 27.000 hektare lahan sawah terendam banjir di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Dari jumlah tersebut, sekitar 385 hektare sawah mengalami kerusakan parah atau puso.
Hal ini disampaikan Sekretaris Jenderal Kementan, Suwandi, dalam rapat koordinasi inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Senin (1/12/2025). Data tersebut diperoleh melalui pemantauan tim yang juga dipimpin oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Bapak Menteri mengidentifikasi tim sudah turunkan ke 3 provinsi, sudah ketemu yang kena banjir 27.000 hektare padi, yang puso 385 hektare, sebagian ada jagung 200 hektare untuk jagung,” ujar Suwandi.
Sebagai langkah tanggap darurat, pemerintah telah mengirimkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng ke wilayah terdampak. Menurut Suwandi, distribusi bantuan tersebut masih dalam perjalanan.
Selain itu, Kementan menyusun delapan strategi antisipasi untuk mengurangi dampak bencana banjir terhadap sektor pertanian. Strategi tersebut meliputi:
- Mapping wilayah rawan banjir dan memantau kondisi cuaca harian melalui BMKG.
- Membentuk brigade antisipasi, mitigasi, dan adaptasi bencana.
- Memperkuat sistem irigasi dan pengolahan air.
- Memperbaiki drainase yang rusak.
- Memanfaatkan benih padi yang tahan genangan.
- Penanganan serangan hama dan penyakit tanaman.
- Penyuluhan kepada petani tentang adaptasi iklim.
- Pemberian bantuan benih gratis untuk petani terdampak.
“Intinya masing-masing daerah mesti mapping daerah-daerah banjir. Penting benih yang tahan genangan karena banyak angin juga, kemudian serangan hama penyakit. Yang terakhir, membantu bantuan benih gratis,” pungkas Suwandi.










