Jadwal Bigmatch Chelsea vs Arsenal: Derby London Penentu Puncak Klasemen

Duel dua tim ibu kota akan memanaskan pekan ke-13 Liga Inggris, saat pemuncak klasemen Arsenal, melawat ke markas tim posisi kedua Chelsea, pada Minggu (30/11) malam.

The Gunners datang ke kandang Chelsea dengan modal yang sangat bagus. Pada pekan lalu, mereka baru saja mengalahkan tim London lainnya, Tottenham Hotspur, dengan kemenangan besar 4-1, disusul dengan kemenangan 3-1 atas pemuncak klasemen Liga Jerman, Bayern Munchen, pada tengah pekan di Liga Champions.

Namun hasil-hasil positif juga dikantungi Chelsea dalam beberapa laga terakhirnya. Di Liga Inggris, pasukan Enzo Maresca menang 2-0 di markas Burnley, untuk ditindaklanjuti dengan kemenangan 3-0 atas Barcelona di Liga Champions pada tengah pekan.

Tren Gemilang 2 Klub Kebanggaan London

Pelatih Arsenal Mikel Arteta mewaspadai performa Chelsea yang sedang on fire jelang pertandingan Liga Inggris bertajuk Derby London.

“Ini pertandingan besar, Derbi London yang besar. Kami akan menghadapi lawan yang sangat bagus dan sedang dalam performa terbaik. Kami tahu tantangan sekaligus peluang yang ada di depan kami. Kami sudah siap 100 persen,” kata pelatih asal Spanyol itu.

Arteta juga menegaskan bahwa timnya tidak berpuas diri meski kini memimpin klasemen Liga Inggris dengan keunggulan enam poin dan baru saja menghajar Bayern Muenchen di Liga Champions tengah pekan ini.

“Setelah mengalahkan Tottenham, kami harus memberi pernyataan melawan Bayern Muenchen dan kami lakukan. Sekarang saatnya ke laga berikutnya,” ujar Arteta yang dikutip dari situs resmi klub pada Jumat.

Chelsea sendiri sedang dalam tren luar biasa, pasukan Enzo Maresca menang tiga kali beruntun di liga dan baru saja membantai Barcelona 3-0 di Liga Champions pada Rabu (26/11).

Sementara itu, Arsenal sendiri datang dengan modal kemenangan atas rival sekota Tottenham Hotspur pekan kemarin.

Arteta mengatakan bahwa timnya harus bisa mempertahankan performa timnya bila ingin terus memimpin dalam perebutan gelar juara.

Arteta juga memberikan pujian tinggi kepada Chelsea yang berhasil bangkit setelah sempat kalah dari Manchester United dan Brighton pada September lalu.“Skuad yang mereka bangun, jumlah pemain berkualitas yang dimiliki, pelatih serta staf pelatih yang ada, sangat masuk akal bila mereka bisa tampil seperti sekarang. Ini hal yang sangat positif dan mereka memang layak berada di perebutan gelar,” kata Arteta.

Dengan selisih enam poin dari Chelsea dan empat poin dari Manchester City di peringkat ketiga, kemenangan di Stamford Bridge akan semakin mengokohkan posisi Arsenal di puncak klasemen sekaligus memberi pukulan psikologis bagi para penantang gelar.

Arsenal masih memburu gelar Liga Inggris pertama mereka sejak musim tak terkalahkan pada 2003/04 di bawah Arsene Wenger.

Laga kontra Chelsea akhir pekan ini dipastikan menjadi salah satu pertandingan penentu arah persaingan juara musim 2025/26.

Penentu Gelar Juara Liga Inggris

Arsenal memasuki pekan krusial Liga Inggris dengan keunggulan enam poin di puncak klasemen, namun masih belum aman dan menyimpan ancaman karena sejumlah tim pernah membalikkan defisit serupa untuk menjadi juara dalam sejarah Premier League.

“Di liga ini, tidak banyak. Kami bermain sangat baik, kami sangat konsisten, dan itu saja.” kata Manajer Arsenal Mikel Arteta menegaskan bahwa keunggulan enam poin belum menjamin apa pun.

Arsenal menikmati akhir pekan hampir ideal pada pekan ke-12 setelah melihat Manchester City dan Liverpool sama-sama kalah sebelum mereka menang meyakinkan atas Tottenham Hotspur. Hanya kemenangan Chelsea atas Burnley yang mencegah The Gunners memperlebar jarak lebih jauh.

Berdasarkan data dari laman resmi Premier League, sejarah menunjukkan bahwa enam tim yang pernah memimpin dengan selisih enam poin atau lebih setelah 12 laga akhirnya mengangkat trofi juara.

Yaitu Manchester United pada 1993/1994, Chelsea pada 2005/2006 dan 2014/2015, Manchester City pada 2017/2018, serta Liverpool pada 2019/2020 dan 2024/2025 semuanya mempertahankan keunggulan awal musim tersebut hingga akhir.

Namun yang perlu dicatat, jumlah tim yang berhasil mengejar ketertinggalan enam poin setelah 12 pertandingan justru lebih banyak. Tercatat tujuh juara Premier League pernah melakukannya, termasuk Manchester United yang lima kali membalikkan defisit serupa, dan Manchester City pada 2013/2014 serta 2020/2021, ketika mereka bahkan berada di peringkat kesembilan setelah pekan ke-12.

Arsenal sendiri pernah menjadi contoh paling ekstrem dalam sejarah liga ketika menutup defisit 13 poin pada musim 1997/1998 untuk melewati Manchester United. Kemenangan 1-0 di Old Trafford pada Maret 1998, melalui gol Marc Overmars, sering disebut sebagai momen penentu kebangkitan tersebut.

Meski pernah tampil dominan, Arsenal juga beberapa kali gagal mempertahankan posisi puncak. Pada 2013/2014 mereka merosot ke peringkat empat, lalu pada dua musim beruntun 2022/2023 dan 2023/2024 mereka gagal menjaga keunggulan dari Manchester City, termasuk rekor memimpin klasemen selama 248 hari pada musim 2022/2023 yang akhirnya berbuah kegagalan.

Musim lalu, Arsenal tidak pernah berada di puncak sebelum Liverpool menjadi juara. The Gunners kembali berhadapan dengan situasi serupa musim ini, dengan City dan Chelsea siap memanfaatkan setiap kelengahan.

Chelsea menjadi ancaman terdekat jelang laga Minggu (30/11) mendatang. Tim asuhan Enzo Maresca menang empat dari lima pertandingan terakhir tanpa kebobolan, termasuk kemenangan 3-0 atas Barcelona di Liga Champions yang semakin mengangkat kepercayaan diri skuad.

Pertarungan antara peringkat pertama dan kedua itu akan kembali mengubah komposisi persaingan perebutan gelar jika Chelsea mengambil kemenangan. Namun Arsenal dapat menguatkan posisi mereka di puncak jika mampu mencuri kemenangan di Stamford Bridge.