Banjir Aceh: 1.051 Berhasil Dievakuasi, 24 Meninggal, 7 Masih Hilang

Nebby Medium.jpeg

Minggu, 30 November 2025 – 00:36 WIB

Seorang warga melihat jembatan gantung penghubung Desa Jambak dan Desa Canggai yang rusak bencana banjir bandang di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Antara Foto/Syifa Yulinnas/bar).

Seorang warga melihat jembatan gantung penghubung Desa Jambak dan Desa Canggai yang rusak bencana banjir bandang di Kecamatan Pante Ceureumen, Aceh Barat, Aceh, Sabtu (29/11/2025). (Foto: Antara Foto/Syifa Yulinnas/bar).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Inilah.com

+ Gabung

Banjir yang melanda sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Aceh berhasil menelan korban jiwa, namun juga menyelamatkan ribuan warga berkat upaya cepat tim SAR. Badan SAR Nasional (Basarnas) Banda Aceh mencatat, hingga Sabtu (29/11) pukul 17.00 WIB, sebanyak 1.051 warga dievakuasi dalam keadaan selamat.

Kepala Basarnas Banda Aceh, Ibnu Harris Al Hussain, menyampaikan data terbaru korban banjir. Selain korban selamat, 24 orang meninggal dunia dan tujuh lainnya masih dalam pencarian.

“Berdasarkan data hingga Sabtu (29/11) pukul 17.00 WIB, korban banjir yang dievakuasi dalam keadaan selamat sebanyak 1.051 orang. Kemudian, 24 orang meninggal dunia dan tujuh orang masih dalam pencarian,” kata Ibnu Harris Al Hussain.

Operasi SAR dilakukan secara terpadu melalui enam pos di seluruh wilayah terdampak banjir. Kantor SAR Banda Aceh fokus pada Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, sementara Unit Siaga SAR Bireuen menangani Kabupaten Bireuen. Pos SAR Langsa bertugas di Kota Langsa, Kabupaten Aceh Tamiang, dan Kabupaten Aceh Timur. Sedangkan Pos SAR Kutacane dan Meulaboh mengevakuasi warga di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh Barat, dan Nagan Raya.

Bangkai seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) tertimbun material yang terbawa air saat terjadi banjir di Desa Meunasah Lhok, Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11/2025). Bangkai gajah sumatera tersebut ditemukan tertimbun lumpur dan kayu pascabanjir akibat luapan Sungai Meureudu pada Selasa (25/11). (Foto: Antara Foto/Irwansyah Putra/tom).
Bangkai seekor gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) tertimbun material yang terbawa air saat terjadi banjir di Desa Meunasah Lhok, Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11/2025). Bangkai gajah sumatera tersebut ditemukan tertimbun lumpur dan kayu pascabanjir akibat luapan Sungai Meureudu pada Selasa (25/11). (Foto: Antara Foto/Irwansyah Putra/tom).

Sejak operasi dimulai pada Selasa (25/11), evakuasi berhasil menolong ratusan warga. Di Pidie, 127 orang diselamatkan, dan di Pidie Jaya sebanyak 507 orang, meski tiga korban meninggal dunia. Kabupaten Bireuen menyelamatkan 130 orang, namun 11 meninggal dan satu masih hilang. Aceh Tenggara melaporkan 114 orang selamat, 10 meninggal, dan enam masih dalam pencarian. Sementara Aceh Barat berhasil mengevakuasi 173 orang dalam kondisi selamat.

“Basarnas Banda Aceh merencanakan operasi lanjutan dengan skala prioritas terhadap wilayah yang terisolir atau tidak dapat diakses melalui jalur darat,” kata Ibnu Harris Al Hussain.

Dengan kondisi banjir yang masih berlangsung di beberapa wilayah, tim SAR fokus menjangkau daerah-daerah terisolasi untuk memastikan semua korban dapat segera dievakuasi.
 

Topik
Komentar