Jabar Serap Kredit UMKM Rp188 Triliun, Terbesar Kedua Nasional

Suasana pemeran UMKM di halaman Gedung Sate, Bandung. (Foto: Humas Jabar)

Hingga September 2025 nilai penyaluran Kredit UMKM mencapai Rp1.502,61 triliun. Dari jumlah tersebut penyaluran Kredit UMKM di Jawa Barat mencapai Rp188,03 triliun dengan share 12,51 persen terhadap nasional.

Kepala Perwakilan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabar  Darwisman menyebutkan, kredit UMKM cukup berkualitas dengan dengan NPL Gross sebesar 6,17 persen atau masih terjaga dengan baik. “Jabar menjadi Provinsi dengan kategori penerima Kredit UMKM terbesar kedua nasional,” ujar Darwis dikutip Jumat (28/11/2025).

Jumlah rekening UMKM di Jabar per September 2025 sebanyak 3.487.110 yang terdiri dari rekening kredit mikro sebanyak 3.242.973, rekening kredit kecil sebanyak 217.307 dan kredit menengah sebanyak 26.830. Jumlah rekening UMKM tersebut menurun 331.846 rekening (-8,69 persen YoY).

Lima Kabupaten dan Kota penyaluran kredit UMKM tersebut adalah Kota Bandung sebesar Rp26,14 triliun, Kabupaten Bekasi sebesar Rp16,68 triliun, Kabupaten Bogor sebesar Rp15,40 triliun, Kabupaten Bandung sebesar Rp13,87 triliun, dan Kota Bekasi sebesar Rp12,47 triliun.

Sedangkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tercatat pada posisi September 2025 sebanyak 40.616 pelaku usaha di Jawa Barat telah memanfaatkan pembiayaan KUR dengan total penyaluran sebesar Rp2,27 triliun dan outstanding saat ini mencapai Rp2,21 triliun.

Berdasarkan skema pembiayaan, KUR untuk sektor mikro memiliki porsi yang paling besar yaitu mencapai 69,29 persen (Rp1,53 triliun) dari total outstanding KUR Jawa Barat, diikuti KUR Kecil 30,30 persen (Rp0,67 triliun), KUR Super Mikro mencapai 0,17 persen (Rp3,73 miliar), KUR TKI mencapai 0,15 persen (Rp3,35 miliar) dan KUR Khusus mencapai 0,09 persen (Rp2 miliar)